Jumat, 10 April 2026

Sembarangan Buka Situs Jadi Saran Empuk Virus Ransomware 'WannaCry'

masyarakat tidak asal membuka laman yang berisi hal-hal yang tidak jelas di dunia maya agar terhindar dari malware

Editor: Hendra
HANDOUT/KOMPAS IMAGES
Tampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangerapan menyatakan penyebaran malware ransomware diakibatkan tak sehatnya perilaku masyarakat di dunia maya.

Hal itu, kata Samuel, terlihat dari acuhnya masyarakat untuk memperbarui perangkat lunak yang berfungsi sebagai pengaman.

Ia juga melihat masih banyaknya masyarakat yang lalai mengganti sandi akunnya di dunia maya.

Baca: Virus Ransomware WannarCry Dibuat Badan Keamanan AS, Begini Cara Penyebarannya

"Jadi yang namanya internet itu harus diperhatikan cyber security.Keamanan. Ini bisa dari perusahaan dan individu. Jadi kita punya barang ini jangan dianggap sebagai gadget. Ini bagian dari diri kita. Ini dunia kita, lho," ujar Samuel di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2017).

"Kalau kamu memperlakukan ini sebagai bagian dari dirimu, berarti dengan penuh kesadaran. Kesadaran seperti kita mau makan. Kita mau makan kan cuci tangan, jadi higienitas dalam security harus diperhatikan," lanjut Samuel.

Baca: Kisah Soekarno Ditembak Dua Kali saat Shalat Ied, Pelaku Heran Lihat Soekarno ada Dua

Ia juga meminta masyarakat tidak asal membuka laman yang berisi hal-hal yang tidak jelas di dunia maya agar terhindar dari malware.

Samuel menambahkan jika tak memiliki kesadaran untuk bertindak sehat dalam berselancar di dunia maya, ia meyakini akun media sosial dan e-mail yang dimiliki akan mudah diretas.

Terlebih, bagi instansi besar, Samuel mengimbau agar memiliki back-up system yang kuat, khususnya bagi instansi yang bergerak dalam sektor pelayanan.

Baca: Pria Terluka Parah, Iphone 7 Baru Beli Meledak di Tangan Saat Terima Panggilan

"Kan dia nyerangnya data kita. Data kita enggak bisa dipakai. Sekarang seberapa pentingnya data itu. Kalau itu datanya penting sekali ya parah. Enggak bisa ngelayanin. Makanya mereka kan diharapkan semua perusahaan mempunyai back-up system," lanjut Samuel.

Pesan yang disampaikan Samuel bertepatan dengan konferensi pers Kementerian Kominfo dalam menghadapi serangan malware ransomware.

Serangan tersebut bermula dari RS Kanker Dharmais, Sabtu (13/5/2017) kemarin. 

Hal tersebut mengakibatkan terganggunya proses memasukan data pasien baru yang hendak berobat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved