Minggu, 12 April 2026

Warga Berebutan Tangkap Udang Lobster 'Mabok' di Sungai Rangkui

ada yang menangkapnya, tanpa menggunakan peralatan apapun dengan mengandalkan kejelian mata.

Editor: Hendra
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Masyarakat mencari udang lobster di aliran sungai rangkui, Sabtu (20/5/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan warga jalan trem, kelurahan taman Sari turun ke sungai Rangkui, Pangkalpinang, Sabtu (20/5/2017).

Mereka turun untuk mengambil udang lobster mabok yang datang saat musim kemarau.

Dengan peralatan yang sederhana berupa wareng, tudung saji yang berbentuk jejaring, mereka asik mencari udang lobster ditengah aliran sungai Rangkui dengan air kecoklatan.

Ada beberapa diantara mereka mengorek-ngorek sampah di sungai untuk menemukannya.

Cara mencari udang inipun terlihat sederhana, hanya dengan membawa satu ember sebagai wadah untuk meletakkan udang yang didapatkan.

Mereka berjibaku memindahkan wareng dari satu tempat ke tempat lain.

Bahkan ada yang menangkapnya, tanpa menggunakan peralatan apapun dengan mengandalkan kejelian mata.

Biasanya, di sungai itu tidak ada udang lobster. Udang-udang dari berbagai ukuran itu hanya ada satu tahun sekali di aliran sungai itu, dan waktunya pun tak menentu.

Tak pernah ada yang tau dari mana udang-udang itu berasal, ada yang mengatakan ada tambak udang yang jebol, ada lagi yang mengatakan udang mabok karena musim kemarau.

"Tiap tahun kayak ni, asal musim kemarau, jadi dak mungkin yang orang bilang tu ada tambak jebol, kalau kami nyebutnya udang mabok," kata Yusron (15) yang turun mencari udang.

Yusron mendapatkan banyak udang hari ini, rencananya akan dia besarkan dahulu sebelum nantinya dijual.

"Ini namanya udang mabok, karena musim kemarau, tadi pagi pas liat orang lah turun ikut turun dari jam 7 tadi pagi, jadilah hasilnya," katanya.

Said (50) mengatakan dirinya sudah jam 5 pagi tadi melihat udang-udang ini muncul dan merangkak dipinggir dam pembatas sungai.

"Tau udang ni kan nimbul di pinggir dam ni, makanya banyak yang turun. Kalau ku la hampir setiap tahun turun, ini kebanyakan memang orang jalan trem," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved