Senin, 13 April 2026

Teror Bom di Kampung Melayu

Jokowi: Tukang Ojek Jadi Korban, Ini Sudah Keterlaluan

Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengusut tuntas siapa dibalik bom Kampung Melayu.

Editor: fitriadi
Kompas.com/David Oliver Purba
Warga berkumpul di lokasi ledakan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017). 

BANGKAPOS.COM, SURAKARTA - Presiden Joko Widodo mengecam aksi serangan bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Bus TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam.

“Ini sudah keterlaluan, korban yang ada tukang ojek jadi korban, sopir angkot jadi korban, penjual lapak kelontong jadi korban, polisi jadi korban,” ujar Presiden Jokowi di kediamannya, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (25/5/2017).

Baca: Daftar Korban Luka dan Tewas Akibat Ledakan Bom di Kampung Melayu Jakarta

Presiden Jokowi mengatakan dirinya telah memerintahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengusut tuntas siapa dibalik peristiwa tragis itu.

“Saya sudah perintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku yang melakukan.
Saya perintahkan untuk mengejar sampai ke akar-akarnya,” kata Jokowi.

Baca: Fakta-fakta Mengerikan Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu

Jokowi juga mengucapkan rasa dukanya terhadap orang-orang yang menjadi korban, baik korban luka maupun korban yang meninggal, termasuk aparat kepolisian yang menjadi korban saat melaksanakan tugas.

“Saya sampaikan rasa duka yang mendalam pada para korban dan warganya, baik yang masih di rumah sakit maupun yang meninggal, terutama pada aparat kepolisian yang gugur dalam menjalankan,” tutur Jokowi.

ISIS Berada di Balik Teror Bom Kampung Melayu?

Pelaku peledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, tergabung di kelompok teror yang berbaiat dengan jaringan teroris Negara Islam Irak Suriah (ISIS).

Ini disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi, Martinus Sitompul.

"Diduga kuat ini kelompok ISIS," tutur Martinus, kepada wartawan, Kamis (25/5/2017).

Baca: Bripda Taufan Korban Bom Pernah Menolak Masuk TNI AL

Analisa ini didasari serangkaian peristiwa ledakan bom di Manchester, Inggris. Terlebih, belakangan ISIS bertanggungjawab terhadap tragedi yang mengakibatkan puluhan orang tewas itu.

Selain itu, kelompok ISIS mempunyai kesamaan gaya penyerangan. Salah satunya menggunakan bom berdaya ledak low eksplosive, seperti kasus teror bom di Jalan MH Thamrin dan Bandung, pada beberapa waktu lalu.

"Mereka ingin menunjukan eksistensi kepada dunia mereka masih ada," tambah Martinus. (Tribunnes.com/Imanuel Nicolas Manafe/Glery Lazuardi)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved