Rabu, 22 April 2026

Erzaldi Targetkan Tiga Tahun Masalah Banjir di Babel Selesai

" Mana wartawan tolong gambarkan yah (difoto-red)," ujar Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Roesman

Penulis: M Zulkodri | Editor: edwardi
bangkapos.com/Zulkodri
Gubernur Babel, Erzaldi Roesman didampingi Walikota, M Irwansyah dan Wakil Walikota, M Sopian berserta perwakilan PT Timah dan sejumlah pakar ketika melakukan penelusuran alur sungai yang mengalami sedimentasi, Rabu ( 31/05/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- " Mana wartawan tolong gambarkan yah (difoto-red)," ujar Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Roesman sembari menunjuk beberapa unit TI Rajuk di Kawasan Pangkalarang saat melakukan peninjauan lapangan dalam rangka mengantisipasi banjir yang terjadi di Pangkalpinang dan sekitarnya, Rabu (31/05/2017).

Rombongan orang nomor satu Babel ini, didampingi langsung Walikota Pangkalpinang, M Irwansyah, Wakil Walikota M Sopian, perwakilan PT Timah, dan sejumlah pejabat di jajaran Pemprov dan Pemkot.

Mengenakan speed boat amphibi Sea legs Milik BNBP, Erzaldi bersama rombongan yang berangkat dari pelabuhan PT DAK menyusuri alur sungai dari ketapang menuju ke muara di kawasan Pangkalarang dan Ampui.

Selama penelusuran dari pantauan bangkapos.com, juru mudi speed boat berkali-kali melakukan manuver mencari air yang lebih dalam agar perahu maupun speed yang ditumpangi tidak kandas. Erzaldi tidak segan mengingatkan rombongan dan sejumlah awak media agar tidak keluar jalur dan mengikuti perahu yang ditumpanginya agar tidak kandas. Maklum saat penelusuran kondisi air dalam keadaan surut. Sedangkan alur sungai telah banyak mengalami sendimentasi, baik oleh alam maupun aktivitas TI ilegal yang marak terjadi di sejumlah kawasan tersebut.

Diatas Perahu Speed Boat, Erzaldi didampingi Walikota dan Wakil Walikota serta perwakilan PT Timah dan salah satu ahli terlihat bicara panjang lembar membahas sejumlah rencana normalisasi yang akan dilakukannya.

"Target saya, masalah banjir ini, baik di Pangkalpinang, Bangka Tengah maupun sekitarnya akan selesai tiga tahun. Mulai tahun ini (2017) minimal masalah Amdal susah selesai. Kita juga akan koordinasi dengan pihak PT Timah. Kita akan tata yang terlihat kumuh, kita bangun jalan inpeksi. Yang jelas kita tidak mau vulgar dulu buka-bukaan. Tetapi pastinya, Kita mau bangun kolam retensi sekaligus area pemanfaatan lainnya," ujar Erzaldi.

Dikatakan orang nomor satu Babel ini, kolam retensi yang akan dibangun dapat menampung 168 juta kubik air. Untuk satu unit alat pengerukannya sendiri kesangupannya enam juta kubik air.

"Nanti malam akan kembali kita rapatkan dengan dinas PU. Nanti secara kasar sudah ada titik-titiknya. Kita juga bersama pak walikota akan ke Kementerian PU membahas masalah ini. Kita juga akan singkronisasi dengan PT Timah karena ada KP PT timah," ucapnya.

Saat disinggung, dalam proses normalisasi dan pembangunan kolam retensi apakah akan melibatkan pihak ketiga, dan seperti apa prosesnya kalau dalam proses tersebut ditemukan timah.

"Sejauh ini, lanjut Erzaldi baru PT Timah yang sanggup. Kalau ada pihak swasta mau, dan ada uang itu silahkan saja. Kalau ada timah yang diberikan ke negara melalui PT Timah. Karena kawasan tersebut, masih ada KP PT Timah. Untuk masyarakat, saya minta dukungan dan partisipasinya, jangan berpikir negatif, saya minta doanya saja, " ucap Erzaldi.

Terpisah Walikota Pangkalpinang, M Irwansyah menyambut positif akan kepedulian Gubernur Babel. Menurutnya pihak akan ikut mensuport dan berkoordinasi dengan Gubernur dalam mengantisipasi banjir di Pangkalpinang.

" Kita akan terus berkoordinasi dengan pak gubernur. Selain kita sudah melakukan normalisasi di kolong retensi kacang pedang dan teluk bayur. Rencananya di APBD Perubahan 2017, Kita kembali anggarkan untuk normalisasi sebesar Rp 70 miliar," ucapnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved