Mananti 'Siung Timah' dan Pukul Bedug, Nostalgia Puasa Masa Kecil yang Bikin Kangen
Bagi Anda generasi yang lahir pada tahun 70-an dan 80-an, tentunya banyak mengalami suasana puasa saat masa kecil yang menyenangkan.
Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hari menunjukkan pukul 03.00 WIB. Di tengah rasa kantuk, Imel (35) tergesa-gesa bangun.
Dia baru sadar, saat itu hari pertama dimulainya puasa Ramadhan.
Usai membasuh wajah dan menegak segelas air putih, pegawai negeri ini membangunkan suami dan berlanjut ke kamar putra sulungnya.
Anak berusia 10 tahun itu menggeliat saat wajahnya disentuh sang ibu, sambil terdengar ucapan, "Sahur."
Lalu, Imel bergegas ke kamar anak keduanya, perempuan berusia 6 tahun.
Namun, bocah yang duduk di bangku TK itu agak sulit bangun dibandingkan kakaknya.
Usai makanan disediakan, Imel sekeluarga bersantap sahur.
Menjelang waktu Subuh, aktivitas yang dilakukan beristirahat dan menonton TV.
Kemudian, Imel dan suami bersama-sama anak-anaknya menjalani hari seperti biasanya.
Ada yang bekerja, sekolah dan beragam kegiatan lainnya.
Menjelang berbuka puasa, bila tak sempat memasak, Imel cukup membeli makanan yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Begitulah suasana puasa keluarga pada masa kini.
Padahal, saat puasa banyak hal-hal indah dan mengesankan dialami, yang jarang dapat dinikmati pada hari-hari lainnya.
Bagi Anda generasi yang lahir pada tahun 70-an dan 80-an, tentunya banyak mengalami suasana puasa saat masa kecil yang menyenangkan.
Berikut beberapa suasana puasa masa kecil yang bikin kangen: