Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Bocah Ini Digendong Ibunya Keliling Ruangan Tiap Kali Hapal Satu Ayat Alquran

Laila Alfisah bercerita, awal mula bocah Hasan giat menghafal Alquran karena kalah berlomba.

Editor: fitriadi

BANGKAPOS.COM, PELAIHARI - Bocah peringkat enam pada ajang Tahfiz Indonesia 2017, Muhammad Wildy Luthfi Hasan Muliyadi (10) sudah tiba di Pelaihari, Tanahlaut, Kalimantan Selatan.

Saat dikunjungi di rumahnya, Jalan Almanar Falah Gang Budi RT 27 Kelurahan Pelaihari atau berseberangan dengan SMPN 5 Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut.

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tanahlaut, kelas VI ini sedang menyetor hapalan Quran kepada ibunya, Laila Alfisah. Selama ini ibunya dan ayahnya Muliyadi yang menjaga hapalan. Itu juga kalau tidak sibuk.

Maklum, ayah Hasan, Muliyadi bekerja sebagai operator dan penyiar radio di RSPD Tuntungpandang. Sedangkan ibunya bekerja di Ekobang Sekretariat Daerah Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Kisah Hafiz Cilik Tak Mampu Berjalan Bertemu Tukang Parkir Bisu

Hasan tidak sendirian jika ditinggal orangtuanya bekerja. Ia bersama kakaknya dalam menghapal Quran. Kakak kandungnya, Muhammad Alpiyadi Khairun Ibrahim Aksai sudah hafal 15 juz.

Laila Alfisah bercerita, awal mula Hasan giat menghafal karena kalah berlomba. Tidak dapat trofi, pulang ke rumah menangis. Oleh kakeknya dipinjamkan trofi agar tidak menangis.

"Belajar menghafal di Pesantren Tahfiz Darul Istiqomah, setiap hari diantar dan dijemput," kata Laila, Senin (5/6/2017).

Baca: Ternyata Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Wangi Lo

Kini trofi yang dikoleksi kakak beradik Hasan dan Aksai sudah satu lemari. Tahun depan Hasan tidak bisa lagi ikut Tahfiz Indonesia 2018 karena faktor usia.

Masyarakat di Kalsel yang memantau penampilan Hasan di ajang Tahfiz Indonesia 2017 melalui media sosial banyak berharap Hasan meraih juara pertama. Ini diakui orangtua Hasan membuat terharu dan bersemangat.

Muliyadi, ayah Hasan mengatakan program acara televisi nasional seperti Tahfiz Indonesia itu sudah lima kali dilaksanakan. Namun, hanya Hasan yang tembus masuk 50 besar hingga menjadi 18 besar.

Baca: Kapolri Curhat Ada Wajahnya Berhidung Babi dan Telinga Lebar di Media Sosial

Dua bulan sejak 15 Maret 2016, Muliyadi mendampingi Hasan di Jakarta mengikuti proses rekaman dan shoting. Studio rekaman itu setengah lapangan sepakbola dengan 12 kamera besar.

"Saya sudah mengetahui anak saya bakal sampai enam besar. Itu secara tak sengaja saya melihat skrip tayangan diletakkan tak jauh dari kursi Hasan," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved