Kamis, 23 April 2026

Densus 88 Tangkap WNI Penyandang Dana Penyerangan Kota Marawi

Rochmat Septriyanto diduga terlibat pendanaan sejumlah WNI yang terlibat penyerangan di Marawi, Filipina Selatan.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

Baca: Begini Nasib Aris Idol Setelah Ngamen Lalu Tenar Jadi Jawara Indonesian Idol

Eko bercerita jika Tim Densus kemudian melakukan penggeledahan di rumah orangtua terduga di RT04/10 Padukuhan Jeruk, Desa Kepek, Wonosari, Gunungkidul dan membawa RS berikut istri, DNH, ketiga anaknya, serta satu saudaranya.

Semula ketiga anak dari RS, dan anaknya dibawa namun oleh tim Densus namun kemudian dikembalikan. Sedangkan, Istri dari RS dibawa ke Polres Gunungkidul, namun sudah dikembalikan ke rumah.

"Sementara RS sudah dibawa oleh tim Densus," ujar Eko.

Baca: Sopir Taksi Kaget Vionina Tiba-tiba Hanya Pakai Celana Dalam

Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahan di kediaman orangtua RS, namun tidak membawa sesuatu barang pun, kecuali adiknya, RS yang dibawa oleh petugas.

Pada waktu penangkapan, dirinya hanya diberitahu jikalau RS diduga terlibat aktivitas terorisme.

"Kami hanya diberitahu jika RS, terkait terorisme, bom apa entah," ujar Eko.

Sebelum ditangkap Densus, Eko Budihariyanto mengatakan, tidak ada keanehan dari pribadi RS.

Ia mengatakan, RS memang merupakan warga asli Desa Kepek, Wonosari, namun telah tinggal di Tegal, Jawa Tengah selama 9 tahun lamanya dan berprofesi sebagai pengajar di salah satu tempat kursus musik di Tegal.

"RS lama tinggal di Tegal, di sana dia menikah dengan istrinya dan menetap di sana. Dari pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak," ujar Eko.

Baca: Mantan Menkes Siti Fadilah Tak Tahu Amien Rais Terima Rp 600 Juta dari Suap Alkes

Eko bercerita, tidak ada hal-hal yang aneh yang ditemui oleh pihak keluarga, hal ini karena RS sudah lama tinggal berpisah dari orangtua dan saudaranya.
Baru tiga hari yang lalu, RS beserta istri dan ketiga anaknya pulang ke rumah orangtuanya di Gunungkidul.

Eko pun berharap segera ada kejelasan akan status dan keberadaan dari adiknya. Selama ini dia menganggap RS sebagai anak yang baik dan tidak berperilaku melanggar hukum.

"Kami mohon kejelasan dari pihak kepolisian bagaimana status dan keberadaan adik saya," ujarnya.

(Tribunnews/coz/rfk/wly)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved