Jumat, 15 Mei 2026

Misteri Batu Bleneng di Tol Cipali, Tak Bisa Dipindahkan Apalagi Dihancurkan!

Kabarnya, setiap ada pekerja yang hendak memindahkan batu, maka terjadi insiden atau kecelakaan kerja

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cipali yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut mulai beroperasi, diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga 60 persen. 

BANGKAPOS.COM--Tak terasa musim mudik telah tiba.

Sudah banyak orang yang mempersiapkan diri untuk mudik untuk merayakan hari raya Lebaran di kampung halamannya masing-masing.

Tak terkecuali untuk pemudik yang didominasi warga Jabodetabek yang berkendara di jalur darat tersebut hampir dipastikan memilih melalui Tol Cipali.

Para pemudik pun diharapkan untuk tetap berhati-hati saat melintasi jelang pintu gerbang Cipali.

Melansir dari Tribunnews.com, jika memperhatikan sebelah kanan dari arah Cikampek atau Jakarta, terdapat tebing tinggi yang dibelah untuk jalan tol.

Batu Bleneng di Tol Cipali.
Batu Bleneng di Tol Cipali. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Diketahui, tebing tersebut memiliki panjang sekitar 300 meter.

Jika diperhatikan lebih lagi, ada yang ganjil di atas tebing tersebut.

Pasalnya, ada batu besar yang berada di tebing cadas itu.

Terlihat batu besar itu berada di pinggir tol dan sekilas batu tersebut bisa jatuh ke jalan tol.

Namun, sampai sekarang batu besar itu tetap berdiri kokoh.

Dikabarkan mayoritas warga setempat menganggap batu itu keramat dan memang tidak bisa diutak-atik.

Itulah sebabnya kontruksi jalan di tol wilayah itu dibuat berbelok-belok membentuk huruf S.

"Gunung yang tinggi bisa dibelah untuk jalan tol, tapi batu itu tidak bisa," ujar Romli (55), warga di pinggir Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), ketika ditemui Tribunnews awal jalan Tol Cipali dioperasikan.

Bentuk jalan yang menikung dan membelah bukit di Jalan Tol Cipali hanya ada di Km 181-182.

Lokasi itu termasuk wilayah Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved