Pedagang BBM Eceran Ini, Rela Beli Mesin POM Mini via Kenalannya di Facebook

Suhaili yang sehari-hari sebagai Ibu rumah tangga tertarik menjual bahan bakar karena ingin mendapatkan penghasilan lebih.

Pedagang BBM Eceran Ini, Rela Beli Mesin POM Mini via Kenalannya di Facebook
BangkaPos/ Ardhina Trisila Sakti
Pom Mini milik Sunaili di Jalan Semabung Baru Kelurahan Girimaya 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Di Jalan Semabung Baru Kelurahan Girimaya tampak tempat pengisian bahan bakar yang diberi nama Pom Mini berwarna hijau putih.

Mesin Pom Mini setinggi tiga meter ini khusus menjual bahan bakar jenis Pertalite yang berada di depan rumah penjualnya Sunaili (42) warga Semabung Baru.

Sejak Bangka Pos berada di kediaman Sunaili, Rabu (5/7) siang hari Pom Mini cukup banyak didatangi pengendara sepeda motor guna mengisi bahan bakar. Menurut Sunaili jumlah konsumennya paling banyak datang sore hari.

"Enak ngisi di sini (Pom Mini) karena gak antri," ujar Hendra warga Semabung Baru singkat saat ditanya Bangka Pos.

Suhaili yang sehari-hari sebagai Ibu rumah tangga tertarik menjual bahan bakar karena ingin mendapatkan penghasilan lebih.

Ia mengaku mendapatkan mesin Pom Mini dari kenalannya asal Bandung Jawa Barat melalui media sosial Facebook.

Pasalnya, kenalan Sunaili ini telah lama dikenal sebagai pengusaha mesin Pom Mini yang mengedarkan mesin serupa di area Jawa Barat.

"Kalau jual pake pom mini ini kan liatnya bagus, aman dan enak dipandang. Beda kalau pakai jualnya pakai derigen biasa," ujar Sunaili kepada Bangka Pos.

Dalam sehari Sunaili meraup penghasilan bersih sebesar Rp.250.000 dari Pom Mini yang memiliki kapasitas 220 liter pertalite. Bila pertalite di SPBU biasa dijual seharga Rp,7.500 maka di Pom Mini harga Pertalite lebih mahal Rp.8.500.

"Lebihnya itu ongkos antri ngeritnya lah ke SPBU. Beli di Pom Mini lebih murah Rp.500 daripada beli pertalite pake derigen pinggir jalan itu harga bisa sampai Rp.9.000," jelas Sunaili yang telah menjual pertalite dari Pom Mini sejak tiga bulan lalu.

Setiap hari Sunaili mengambil bahan bakar pertalite dari SPBU menggunakan derigen masing-masing berkapasitas sebesar 25 liter.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved