Tertarik Mencoba, Panen Lada Kini Bisa Dilakukan Di Teras Rumah Kita
Metode ini dianggap lebih menguntungkan karena kebutuhan lahan dan biaya perawatan lebih kecil dibandingkan dengan cara budidaya umumnya
Peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, Firdausil Akhyar, menyarankan pengambilan cabang sebaiknya dilakukan setelah panen atau pada saat lada tidak berproduksi.
Waktu pemotongan cabang idealnya pagi atau sore agar tidak lekas layu.
Selain itu, pakai alat potong yang tajam, bersih, dan sebaiknya cuci dengan alkohol.
Persiapan selanjutnya adalah penyetekan yang bisa dibuat dengan cara setek tapak dan tanpa tapak.
Setek dengan tapak dibuat dengan menyisakan sebagian akar pada buku panjat sebagai tapak, tetapi mata tunasnya dibuang.
Sementara setek tanpa tapak tidak mengikutkan akar buku panjat.
Setelah setek siap, rendam bagian pangkalnya terlebih dulu dalam air kelapa selama 15 menit.
Cara ini dilakukan untuk memberi asupan nutrisi agar cepat mengeluarkan perakaran dan meningkatkan keberhasilan persemaian.
Demi menjaga kelembaban dan meningkatkan persentase keberhasilan persemaian, perlu penyungkupan dengan plastik. Plastik dibuat sebagai atap dan sebaiknya dilakukan selama satu bulan. Setelah itu, tanaman siap pelihara.
Perhatikan beberapa hal ini selama pemeliharaan, antara lain amati kelembaban polybagsetidaknya tiga hari sekali, siram jika media tanam kering, ganti setek yang layu dengan setek baru, air siraman dicampur dengan pupuk cair atau larutan NPK, setelah tiga bulan bibit lada perdu siap tanam.
Selamat mencoba!
(MUKHAMAD KURNIAWAN/DEWI PANCAWATI/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN/VINA OKTAVIA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/petani-lada_20170605_191124.jpg)