Wakil Rektor UBB Sebut Gunung Meramu Kaya Tanaman Obat
Selain kaya flora dan fauna serta geosite unik, di Belitong ada gunung yang dipadati oleh tanaman obat-obatan.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Rektor II UBB Agus Hartoko menegaskan keyakinannya Bangka Belitong Geopark mampu mencapai taraf geopark global. Selain kaya flora dan fauna serta geosite unik, di Belitong menurut Agus ada gunung yang dipadati oleh tanaman obat-obatan.
“Namanya Gunung Meramu, di gunung ini banyak ditumbuhi tanaman obat-obatan. Ini sesuatu yang unik dan langka!,” ujar Agus Hartoko.
Dikemukakan, untuk mengembangkan potensi yang ada di Bangka Belitung UBB dan BIG akan memperbanyak destinasi ekowisata dan produk-produknya, serta akomodasi berupa ‘homestay’ di sejumlah destinasi.
“Untuk mendukung itu semua ke arah program keberlanjutannya, kita pun akan membangun museum bahari dan pendidikan strata D3 bidang wisata,” kata Agus Hartoko.
Di lain sisi, kekayaan alam geologi di Pulau Belitung juga terancam dengan kegiatan pertambangan pasir dan timah. Selain itu keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat Belitung yang selama ini bertumpu kepada aktivitas pertambangan juga terancam mengalami kemunduran ketika sumberdaya telah habis digali.
Tim Belitong Island Geopark belum lama ini telah mengunjungi Langkawi Geopark di utara Malaysia. Kunjungan ini untuk mempelajari sejumlah aspek yang berguna untuk mendukung pencapaian geopark Belitong kepada taraf internasional.
“Langkawi Geopark sudah sepuluh tahun terakhir bertaraf global. Kita optimistis bisa ke arah itu, sebab banyak hal yang ada di Belitong tapi tidak dipunyai Langkawi Geopark,” ujar Dyah Erowati, General Manager BIG, yang memaparkan bahwa usia bebatuan di Langkawi lebih tua dibanding Belitong.
Belitong Island Geopark (BIG) mengajak UBB melakukan penelitian di bidang geologi, pertambangan, biologi, budaya dan pariwisata di sejumlah tempat di Pulau Belitong. BIG sendiri telah mendata sejumlah “titik” yang terkategori geodiversity, geotourism dan geosite. Antara lain granit Tanjungpandan (geodiversity), Tanjung Tinggi Sea Zone (geotourism), Batu Pepaya, Batu Belah, Batu Lumba lumba, Air Terjun Beraye, Pantai Burung Mandi, Pulau Lengkuas dan Danau Mempayak (geosite).
Untuk memeroleh status geopark nasional tidak gampang. Salah satu syarat, menurut Dyah, setidaknya 20 geosite yang ada di Belitong harus memiliki fungsi pendidikan. Dalam kaitan itu ia meminta kepada UBB untuk mengarahkan mahasiswa dan para dosennya -- yang mengikuti jenjang stratum 1, 2 dan 3 -- melakukan penelitian mereka di Belitong.
“Itu harus ada kalau (Belitong Island-red) mau lulus ke level lebih tinggi lagi. Banyak objek yang bisa diteliti di Belitong. Ada hutan kerangas, geosite Bukit Lumut yang punya lumut tebal dan unik. Atau flora dan fauna, serta tambang tua bawah tanah,” ujar Dyah.
Diakui Dyah Belitong punya keunikan sendiri dalam hal keberagaman flora dan fauna. Di pulau itu di antaranya terdapat hutan kerangas, hutan bakau, monyet ekor panjang, Mentilin, Elang Dada Putih, ikan arwana.
“Sesuai syarat yang ditentukan Unesco, juga harus melakukan konservasi budaya. Kami sekarang ini sedang meneliti keberadaan Suku Sawang,” ujar Dyah, menambahkan narasi setiap geosite, geoturism dan geodiversity yang ada sangat diperlukan untuk memerkokoh karakter geopark.
“Termasuk pula penelitian-penelitian ilmiah yang dipublikasikan di berbagai jurnal dan media internasional,” tukas Dyah.
BIG belum lama ini mengundang sejumlah tur operator Perancis untuk melihat keunikan Belitung. Menurut Dyah umumnya mereka terkesan dengan Belitong dan suka-cita mempromosikan pulau itu kepada wisatawan Perancis. (*/doi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ubb_20170731_164129.jpg)