Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Dilatih Tari Mahasiswa KKN UBB, 58 Siswa SD Jelitik Meliukkan Badannya

Suasana berubah seratus delapan puluh derajat. Dari yang semula serius ketika menerima pelajaran dari guru, siswa peserta latihan tari hanyut

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
istimewa
Atmosfir SD Negeri 14 Jelitik berubah. Suasana ‘beku’ sontak ‘cair’ manakala mahasiswa KKN UBB Angkatan 12 melatih tari dan bermain alat musik kepada 58 siswa SD tersebut. Untuk latihan tari siswa dilatih Padri (mahasiswa Tekni Pertambangan), sedang bermain alat musik dilatih Haris, Hadi (mahasiswa Teknik Eletro) dan Teguh Pribadi (mahasiswa Fakultas Hukum) 

BANGKAPOS.COM --  Ada sesuatu yang berbeda di kawasan wisata Jelitik, Sungailiat.   58 siswa SD Negeri 14 di sana asyik menari dan bermusik.

Mereka riang dan gembira.  Pelatihnya para mahasiswa UBB yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Ruang kelas  yang semula tempat belajar, disulap menjadi tempat tari. Begitu pula ruang baca di perpustakaan, berubah menjadi tempat mementing gitar ‘kopong’ (akustik) dan ‘memejet’ bilah-bilah notasi  yang ada di pianika.

Suasana berubah seratus delapan puluh derajat.  Dari yang semula serius ketika menerima pelajaran dari guru,  siswa peserta latihan tari  hanyut  dengan berbagai  gerakan  tari yang dicontohkan pelatih. 

“Benar-benar seru.  Adik-adik kita itu  senang sekali menari,  bermain gitar  dan  meniup pianika!,”  ujar Padri,  salah seorang peserta KKN yang menjadi menjadi  pelatih tari, ketika ditemui Rabu  (02/08/2017) pagi.

Padri dibantu Nur Aini, mahasiswa Fakultas Hukum UBB,  yang juga peserta KKN Angkatan ke 12 di Lingkungan Rambak, Jelitik. Nur tak kurang sibuk membetulkan  setiap gerakan tari yang diperagakan Padri.

“Yang  saya ajarkan kepada siswa adalah tari kreasi,  namun masih ‘senapas’ dengan Tari Dambus.  Kita memang mengedepankan budaya daerah Bangka Belitung.  Apalagi adik-adik kita itu ‘kan generasi penerus kita,” tukas Padri, mahasiswa Teknik Pertambangan UBB.

Latihan tari dan musik di SD Negeri 14 Jelitik itu tak cuma mengubah suasana sekolah.  Para guru pun ada yang tertarik untuk ikutserta belajar tari.

“Terutama ibu gurunya; mereka ingin ikut latihan tari.  Tapi sejauh ini mareka masih menyaksikan siswa didik  latihan tari,” tutur Padri, yang masih aktif di Sanggar Gong Production Pangkalpinang.

Terkait ide melatih tari dan musik itu menurut Padri   berasal dari manajemen sekolah.  Ide itu disampaikan kepada mahasiswa KKN UBB  yang ketika itu  tengah  bertandang ke SD Negeri 14.

“Pihak sekolah ingin sekali anak didik mereka pandai menari.  Tapi selama ini mereka  kesulitan mendapatkan pelatih tari,” ujar Padri.

Bak ungkapan: pucuk dicinta ulam tiba. Gayung pun bersambut,  apalagi manakala diketahui ada di antara 44 mahasiswa KKN UBB pandai menari.  Malah Padri diketahui  biasa sebagai  pelatih tari.

“Selain di sanggar sendiri, saya memang aktif  melatih tari di SD Kace, SD 6 Pangkalpinang dan SD Negeri 1 Puding,”  aku  Padri.

Singkat cerita pihak sekolah menetapkan jadual latihan tari dan musik setiap akhir pekan.  Waktu latihan  satu jam, terhitung sejak pukul 11 hingga 12.

“Setelah satu kali latihan,  siswa merasa satu jam  latihan tari  terlalu cepat.  Mereka mengusulkan latihan dilanjutkan pada Hari Minggu di Posko KKN.  Tapi itu sulit kami lakukan,  sebab  semua program KKN  kami sudah dijadwalkan,” ujar Nur  Aini.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved