Permen Ekstasi Minion Lagi Ngetren, Bentuknya Lucu Bisa Jadi Sasar Anak-anak
Satuan Tugas Polri mengungkap penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi oleh sindikat narkotika internasional.
Sebagaimana ekstasi jenis lain, jenis minion ini juga punya efek memecah konsentrasi, menimbulkan halusinasi.
Terkadang efeknya berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi orang tersebut saat memakai.
"Sebutir bisa dibagi dua karena besar sekali potongannya," kata Eko.
Bukan kali pertama
Penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi Minion itu ternyata bukan pertama kalinya di Indonesia. Sebelumnya, ekstasi ini beredar di Depok pada akhir 2016. Ekstasi tersebut didapat dari seorang residivis bernama Iswanto alias Ismet (37).
Saat menggerebek rumah Iswanto di Kampung Sawah, Cilodong, Depok, polisi mengamankan 23 pil ekstasi Minion. Pil berwarna kuning kombinasi biru itu dikemas dalam plastik bening.
Kepada penyidik, Iswanto mengaku mendapat barang tersebut dari seorang bandar yang berdomisili di Jakarta.
Saat itu, harga satu pil ekstasi minion masih Rp 200.000. Ismet biasanya memasarkannya di Depok, Bogor, dan Jakarta.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap 1,2 juta butir ekstasi yang disita merupakan jumlah yang fantastis.
Paket ekstasi itu dikemas dalam 120 bungkus yang masing-masing beratnya 2,2 kilogram.
"Ada sebanyak dua box besar ekstasi, 1,2 juta butir. Ini besar sekali," kata Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Tito mengatakan, jika ditotal, nilai ratusan kilogram ekstasi itu mencapai Rp 600 miliar.
"Ini bisnis yang menggiurkan. Dan bisa dua juta orang lebih yang diselamatkan oleh pengungkapan ini," ujar Tito.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pendapatan per kapita yang terus meningkat.
Apalagi jumlah penduduknya banyak sehingga dianggap menjadi sasaran pasar yang luar biasa. Termasuk untuk peredaran narkotika.