Meraih Rezeki Melimpah Ala Rasulullah
Sisihkanlah sedikit dari hasil gaji atau upah jerih payahmu, untuk disumbangkan kepada anak yatim dan orang miskin.
BANGKAPOS.COM - Bagi orang yang sudah dewasa, waktu hidup banyak dihabiskan untuk urusan rezeki.
Banyak yang harus banting tulang peras keringat untuk sekadar mendapat sesuap nasi. Harus berangkat pagi pulang petang, bahkan berangkat pagi pulang setahun lagi, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Apalagi yang punya urusan hutang-piutang, butuh kerja ekstra untuk menyelesaikan hutang-piutang ini. Yang punya hutang dikejar-kejar debt collector. Yang punya piutang, tidak gampang menagihnya kembali.
Itu baru sekelumit persolaan nafkah dan rezeki.
Sayangnya di bangku sekolah kita tak banyak diajari tentang ilmu cara menarik rezeki ini.
Sehingga banyak yang cuma kenal istilah kerja keras, kerja... kerja... kerja... saja untuk menjemput rezeki.
Padahal Allah SWT sudah memberi tuntunan yang lengkap bagaimana cara meraih rezeki yang melimpah ini.
Coba kita tengok sejarah para sahabat Rosulullah SAW yang teramat sangat kaya dan diberkahi hidupnya.
Sederhana untuk dilakukan/amalkan sehari-hari, semoga bisa membantu membuka pintu rezeki.
1. Letakkanlah sedikit makanan kucing dan semangkuk air di luar rumah untuk kucing-kucing yang datang.
2. Sisihkanlah sedikit dari hasil gaji atau upah jerih payahmu, untuk disumbangkan kepada anak yatim dan orang miskin.
3. Senantiasa sediakan uang kecil di dalam dompet untuk diberikan kepada yang memerlukan.
4. Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak. Setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukkan uang kecil kedalamnya. Genap 1 bulan, buka kotak itu dan sedekahkan uang tersebut.
5. Jika kamu hadir dalam suatu acara (keluarga, kerabat atau sahabat), belilah 1 atau 2 kotak air mineral, niatkan untuk disedekahkan kepada orang yang memerlukannya (orang tua, orang sakit, anak-anak dan lain-lain).
6. Jika kamu membeli barang dari pedagang-pedagang kecil kemudian kemudian sang pedagang ingin mengembalikan uang kembalian atau uang recehan, biarkan uang recehan itu untuknya (disedekahkan atau dihadiahkan).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/doa-lail_20170618_233231.jpg)