Kamis, 9 April 2026

Terjerat Hutang, Pria Singapura ini Hendak Ledakkan ATM di Surabaya

Widodo Saputra (29) gagal menjalankan aksinya meledakan anjungan tunai mandiri (ATM) di Surabaya.

Editor: khamelia
SURYA/FATKHUL ALAMY
Kasat Reskrim Polretabes Surabaya, AKBP Leonard M Sinambela berbincang dengan pelaku peledakan ATM dengan bom, Widodo Saputra di Gedung Satreskrim Polretabes Surabaya, Senin (28/8/2017). 

BANGKAPOS.COM-- Widodo Saputra (29) gagal menjalankan aksinya meledakan anjungan tunai mandiri (ATM) di Surabaya.

Pemuda asal tanjung Pinang, Riau ini keburu ditangkap tim Anti Bandit Polretabes Surabaya.

Sejatinya pelaku Widodo berencana meledakan ATM di Jl Darmo Harapan Surabaya, Minggu (27/8/2017) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Ia sudah berada di Surabaya sejak 23 Agustus 2017 dan menginap di Wish Hotel Jl Darmo Harapan.

Sebelum ke Surabaya, Widodo lebih dulu singgah di Semarang, Jawa Tengah.

Dari Semarang, ia ke Surabaya naik mobil Honda Mobilo putih H 8040 JE yang disewa dari salah satu hotel tempat menginap. Mobil itu disewa hingga akhir Agustus 2017.

"Saya sewa mobil dari hotel di Semarang, saya deposit Rp 10 juta," aku pelaku Widodo di Mapolretabes Surabaya, Senin (28/8/2017).

Widodo menuturkan, niat meledakan ATM pakai bom buatan dan sudah direncanakan sebelum ke Surabaya. Ia lebih dulu berbelanja bahan-bahan di supermarket dan minimarket.

Seperti tabung gas isi 5,5 Kg, satu tabung oksigen, selang regulator, kunci gas, satu pak perangkat kabel, dan satu zippo premium.

Lalu dua gulung lakban, gunting, pisau lipat, gunting, sat GPS, botol pembersih lantai kosong, dua mata bor, kantun plastik dan barang lainnya.

"Saya belajar dari internet, dari youtube cara meledakan brangkas pakai tabung gas dan oksigen. Seperti bom, dan rencananya saya ledakan di mesin ATM," terangnya.

Pemuda yang sudah tinggal di Singapura sejak 2008 ini mengaku, dirinya nekad hendak meledakan ATM di Surabaya lantaran terbelit hutang lebih Rp 1 miliar. Utang tersebut dari bank penyedia kartu kredit.

"Saya biasa bermain valas, saya lakukan main valas di Singapura. Saya kerjanya ya main valas di Singapura, tapi malah terjerat hutang. Sehingga saya ingin mencuri uang di ATM dengan cara meledakan," ucapnya.

Widodo memutuskan memilih Surabaya sebagai tempat aksi, lantaran menilai Kota pahlawan itu wilayahnya luas dan pengawasan ATM tidak ketat. "Saya sudah survei, ATM di Surabaya jarang dijaga satpam," cetus Widodo.

Ketika hendak meledakan ATM di Surabaya, pelaku Widodo keburu diringkut Tim Anti Bandit Polretabes Surabaya yang mencurigai lantaran gerak-geriknya mencurigakan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved