Apa Kegunaan Mineral Ikutan Timah? Ini Penjelasannya
Pemerintah Bangka Belitung membuka diri bagi investor yang hendak berinvestasi pada mineral ikutan timah.
Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: khamelia
Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pemerintah Bangka Belitung membuka diri bagi investor yang hendak berinvestasi pada mineral ikutan timah.
Niat mempromosikan mineral ikutan asal Babel ini dilontarkan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman pada acara Asian Tin Week di Kunming China.
Manfaat biji timah dari penambangan telah dilakukan sejak lama dan berperan sebagai bahan baku yang dibutuhkan pada industri elektronik dan lainnya.
Baca: Bunda, Meski Sepele Jangan Biarkan Orang Lain Mencium Bayi Baru Lahir
Lantas apa manfaat yang diperoleh dari mineral ikutan timah yang dipromosikan pemerintah daerah?
Akademisi Universitas Bangka Belitung dan Praktisi Lahan Pasca Tambang, Ismed Inonu menjelaskan singkat bahwa mineral monazite, zircon dan ilmenit merupakan hasil penambangan timah dan banyak terkandung dalam tailing sisa pencucian pada tin slag yang merupakan sisa pemurnian timah di smelter.
"Bahan-bahan tersebut bernilai ekonomis tinggi, bahkan harganya melebihi harga timah," jelas Ismed Inonu melalui pesan WhatsApp saat dihubungi Bangka Pos, kemarin (14/9)
Lebih rinci Dosen pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB), Franto menjelaskan berbagai mineral ikutan timah yang terkandung seperti monazit, zirkon, ilmenit dan xenotime memiliki kegunaan tersendiri.
Salah satunya monasit merupakan hasil ikutan dari penambangan timah darat dan laut.
Mineral monasit menjadi salah satu sumber unsur tanah jarang yang terpenting.
Kegunaan monasit dibutuhkan pada bidang industri untuk kapasitor, katoda, elektroda dan industri elektronik.
"Jadi selama ini nambang timah mineralnya terabaikan,namun dunia industri berkembang dan mineral ikutan dibutuhkan jadi sekarang punya nilai. Di negara-negara seperti Jepang dan China lagi trend mengembangkan hybrid seperti kendaraan ramah lingkungan, salah satunya membutuhkan mineral ikutan," terang Franto kepada Bangkapos.com.
Dijelaskan Franto seperti Jepang selama ini didukung mineral ikutan dari China sebagai penghasil timah terbesar dunia, Namun negeri tirai bambu tersebut kian giat menekuni industri sendiri (Home Industri) sehingga menggunakan hasil sumber daya alamnya untuk produksi sendiri.
Melalui survei, negara maju pun mulai mencari keberadaan mineral ikutan salah satunya terdapat di Bangka Belitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mineral_20170915_102345.jpg)