Jumat, 17 April 2026

Leher Suami Istri Ditebas hingga Kepala Berpisah dari Badan, Anak Korban Curhat pada Jokowi

Ini menjadi kisah kelam masa lalu yang masih melekat dalam ingatan, terutama anak dan keluarga besar korban.

Editor: Alza Munzi
Dokumen Tribun Pontianak
Pembunuhan keji di Ketapang, Kalbar. 

BANGKAPOS.COM - Tragedi memilukan pernah menggemparkan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Agustus 2010 silam.

Suami-istri menjadi korban dalam peristiwa ini.

Keduanya dipenggal, dan kepala tergeletak begitu saja di jalan raya. 

Sayangnya, tujuh tahun sudah berlalu kasus tersebut hingga kini belum terungkap.

Ini menjadi kisah kelam masa lalu yang masih melekat dalam ingatan, terutama anak dan keluarga besar korban.

Sekadar mengingatkan, kami akan kilas balik kasus mengerikan ini.

Hal ini menjadi penting, mengingat anak korban (inisial YA) yang kini sudah berusia 22 tahun mengirim pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

YA ingin mengetuk hati presiden, agar kasus ini terungkap. Ia ingin tahu siapa pelaku, dan apa motifnya sampai kedua orangtuanya tewas tak wajar.

Kepala Terpisah 5 Meter dari Badan

Rabu (25/8/2010) siang, suasana duka melanda Kampung Pesaguan Kiri, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Ratusan orang melayat ke rumah almarhum Suharso bin Jainal (54) dan Harmaniah binti Jakfar (49), sebelum dimakamkan sore itu.

Pasangan suami istri ini ditemukan tewas, Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WIB, dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya, di Kilometer 15 Jalan Pelang, Pesaguan. Ketapang pun geger.

Saat ditemukan, kepala Suharso yang masih mengenakan helm tergeletak di tengah jalan dengan posisi tegak dengan kaca helm terbuka.

Hal yang sama juga terjadi pada kepala sang istri.

Kepala Suharso terpisah dengan badan sekitar lima meter.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved