Senin, 20 April 2026

Kisah Kejamnya Westerling dan Serdadu Belanda, 40.000 Jiwa Tewas Dibantai

Adam (80 tahun), salah satu saksi korban pembantaian masih merekam detail peristiwa sadis itu.

Editor: fitriadi
Kompas.com/Junaedi
Monumen korban 40.000 jiwa di Galung lombok Tinambung Polewali Mandar, Sulawesi Barat. 

Adam tak henti-hentinya menangis ketika ingat sang ayah yang tewas dibantai serdadu Belanda.

Tak berapa lama, Belanda kembali mendatangi dan menyisir warga Kampung Segeri.

Tidak hanya membunuh penduduknya tapi juga membumi hanguskan kampung tersebut.

Seluruh bangunan rumah dan kandang ternak milik warga dibakar habis.

Untuk mengabadikan peritiwa kelam tersebut, pemerintah hingga kini mengenang ribuan nama yang dikuburkan secara massal di lokasi pembantaian tersebut dalam bentuk monumen.

Menurut Adam, ia sering didatangi Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda untuk mengurus berkas. Yaitu untuk minta maaf dan memberikan ganti rugi atas kejahatan perang dan kemanusiaan yang dilakukan pasca kemerdekaan Indonesia, tepatnya 1 Februari 1947.

(Kompas.com/Kontributor Polewali, Junaedi)

Berita ini sebelumnya diterbitkan Kompas.com dengan judul Kesaksian Korban Pembantaian Westerling yang Tewaskan 40.000 Jiwa

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved