Senin, 4 Mei 2026

Terungkap, Rahasia 3 'Jimat' Jenderal Sudirman yang Bikin Belanda Keder, Mudah Dipraktekkan!

Meski dilarang Sukarno karena melihat kondisi Sudirman saat itu, Sudirman tetap ingin berjuang menghadapi serangan dari Belanda.

Tayang:
Editor: Alza Munzi
Intisari-online.com
Jenderal Soedirman, Sang Guru yang Jadi Panglima Besar: Jenderal yang Tak Sudi Dilecehkan 

Apapun caranya, menyusul semangat sang panglima besar menggelorakan perlawanan.

Seorang prajurit melapor kepada Jenderal Sudirman bahwa Belanda telah mengepung rapat tempat persembunyian mereka.

Sejurus kemudian, jenderal besar ini mengajak para prajuritnya untuk menggelar dzikir dan tahlil.

“Mari kita berdzikir agar diberi pertolongan Allah. Jangan sekali-sekali di antara tentara kita ada yang menyalahi janji menjadi pengkhianat nusa, bangsa, dan agama. Harus kamu senantiasa ingat bahwa perjuangan selalu memakan korban. Jangan sekali-kali membuat rakyat menderita,” ujar Pak Dirman yang diperankan Ganang Priambodo.

Pak Dirman tahu ada pengkhianat yang melaporkan kepada Belanda bahwa ia adalah Jenderal Soedirman.

Anehnya, tentara Belanda tidak percaya bahkan menembak mati pengkhianat tersebut.

Dari semua usaha itu, Jenderal Sudirman akhirnya berhasil menghalau Belanda dari tanah Yogyakarta.

Di penghujung drama, Jenderal Sudirman menyampaikan pesan bagaimana dirinya bisa lolos dari kejaran pasukan Belanda.

Ia menyebut ada tiga 'jimat' yang selama ini ia gunakan.

Pertama, dirinya tidak lepas menyucikan diri. Kedua, dirinya tidak lepas dari salat lima waktu.

“Ketiga, semua saya lakukan dengan tulus dan ikhlas bukan untuk diri sendiri bukan untuk keluarga, bukan untuk institusi, bukan untuk partai, tetapi untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” kata Sudirman.

Jenderal besar

Dikutip dari wikipedia, Jenderal Besar Raden Soedirman lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun.

Dia adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia secara luas terus dihormati di Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved