Minggu, 10 Mei 2026

5 Pesepak Bola Indonesia Meregang Nyawa Akibat Insiden di Lapangan

Kepergian kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, menambah duka sepak bola Indonesia.

Tayang:
Editor: fitriadi
Screenshot Youtube
Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meringis kesakitan usai benturan dengan rekannya setelah menghalau bola yang mengarah ke gawang saat melawan Semen Padang, Minggu (15/10/2017). 

BANGKAPOS.COM - Kepergian kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, menambah duka sepak bola Indonesia.

Penjaga gawang berusia 38 tahun itu meninggal dunia di RSUD dr Soegiri, Lamongan, Minggu (15/10/2017) sore.

Baca: Sang Istri Berderai Air Mata Menunggu Ajal Menjemput Choirul Huda

Sebelumnya, Choirul Huda mengalami tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, ketika timnya melawan Semen Padang pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Dia sempat tak sadarkan diri, kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan alat bantu pernapasan dan tabung oksigen.

Kiper sekaligus kapten Persela Lamongan, Choirul Huda, saat menyambut gembira gol pertama timnya ke gawang Perseru di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (16/6/2016) malam.
Kiper sekaligus kapten Persela Lamongan, Choirul Huda, saat menyambut gembira gol pertama timnya ke gawang Perseru di Stadion Surajaya, Lamongan, Kamis (16/6/2016) malam. (SUCI RAHAYU/BOLASPORT)

Kepergian Choirul Huda tentu mengingatkan publik terhadap Antonio Puerta (Sevilla) dan Marc-Vivien Foe (Kamerun), yang tutup usia akibat serangan jantung di lapangan.

Baca: Sebelum Main Choirul Huda Minta Perlengkapan Serba Baru

Tak usah jauh-jauh, sepak bola nasional juga memiliki sejumlah contoh yang tentu tak ingin terulang.

Berikut ini adalah daftar pesepak bola yang meninggal dunia akibat insiden di lapangan sepak bola nasional:

Eri Irianto

Legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto. (DOK. TWITTER @ForumBonek)
Legenda Persebaya Surabaya, Eri Irianto. (DOK. TWITTER @ForumBonek) 

Eri Irianto meninggal dunia setelah insiden dalam laga Persebaya kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November, 3 April 2000.

Pemicunya, Eri bertabrakan dengan pemain PSIM, Samson Noujine Kinga, sehingga pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Kartika Putri Ketahuan Bareng Pria Tampan

Malam harinya, Eri mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung di Rumah Sakit Dokter Soetomo.

Kepergian Eri meninggalkan duka buat Persebaya Surabaya sehingga memensiunkan nomor punggung 19 milik sang pemain dan menggunakan namanya untuk mes tim.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved