IIKT Kembali Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks
Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT) kembali menggelar kegiatan sosialisasi, tes IVA dan deteksi dini kanker serviks.
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT) kembali menggelar kegiatan sosialisasi, tes IVA dan deteksi dini kanker serviks.
Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Pratama Bakti Timah Pangkalbalam, Kamis (19/10) ini dengan target peserta 133 orang, mayoritas peserta IVA tes kali ini adalah petugas kebersihan dan istri dibawah naungan dinas lingkungan hidup Kota Pangkalpinang.
Selain itu kegiatan kali ini juga diikuti oleh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel, Pemerintah Kota Pangkalpinang, PMI dan Masyarakat Umum.
Sebelumnya, kegiatan yang sama juga telah dilaksanakan minggu lalu di Graha Timah (13/10) diikuti sebanyak 496 peserta.
Hadir dalam kegiatan ini Penasehat DWP Kementerian ESDM Ibu Ratnawati Jonan dan Ibu Fauline Y. Tahar, ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi kewanitaan seperti Bhayangkari, Persit Chandra Kirana, PIA Ardhya Garini, Jalasenastri, Penggerak PKK Kota dan Propinsi, dan ibu-ibu yang tergabung dalam IIKT sendiri.
Ketua Umum IIKT Ibu Elise Riza Pahlevi selaku inisiator dan pelaksana kegiatan yang bertajuk “Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara” mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai wujud perhatian IIKT terhadap kesehatan kaum wanita khususnya di Bangka Belitung.
“Kita berharap kegiatan ini bermanfaat bagi seluruh peserta. Mereka juga dapat sharing knowledge dan menyebarkan kepada ibu-ibu yang lain sehingga pengetahuan tentang apa itu kanker serviks dan pencegahannya akan semakin luas diketahui sehingga akan terwujud Babel bebas kanker serviks,” ujarnya.
Mengamini yang disampaikan oleh Ketua Umum IIKT, Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Bangka Belitung Ibu Melati Erzaldi Rosman mengungkapkan bahwa bulan Oktober ini merupakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks.
“Alhamdulillah IIKT bersama Pemprov Kepulauan Bangka Belitung telah melaksanakan kegiatan deteksi dini tersebut.
Sebagai penyakit mematikan nomor satu bagi perempuan Indonesia, kanker serviks memang harus diantisipasi sedini mungkin,” katanya.
Data dan fakta tentang penyakit kanker serviks cukup mengerikan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia.
Setiap hari ada 40 perempuan yang terdiagnosa kanker serviks, sebanyak 20 di antaranya meninggal.
Setiap tahunnya, sekitar 493.242 perempuan di seluruh dunia terdeteksi menderita penyakit kanker serviks, dan sekitar 700 nyawa melayang karena penyakit ini.
Sejak tahun 2000 hingga tahun 2012, semakin banyak wanita muda usia yang terserang kanker serviks, yaitu kisaran usia 21-22 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/iikt_20171020_094207.jpg)