Senin, 18 Mei 2026

Tak Banyak Orang Tahu Ternyata Tanaman Ini Ampuh Lenyapkan Sakit Gigi

Tanaman Biduri dipercaya dapat mengobati sakit gigi yang disebabkan bakteri, namun potensi bioaktivitas biduri belum banyak diketahui.

Tayang:
Editor: fitriadi
Humas IPB
Tanaman Biduri 

BANGKAPOS.COM - Beberapa jenis bakteri dapat membentuk biofilm yang dapat menyebabkan bakteri resisten terhadap antibiotik.

Tanaman Biduri dipercaya dapat mengobati sakit gigi yang disebabkan bakteri, namun potensi bioaktivitas biduri belum banyak diketahui.

Peneliti dari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) melakukan penelitian terkait sitotoksisitas, aktivitas antibakteri dan antibiofilm tanaman biduri.

//

Baca: Warga Jepara Bingung darimana Busa Raksasa Ini Muncul

Para peneliti tersebut adalah M. Maftuchin Sholeh, Popi Asri Kurniatin dan Inda Setyawati.

Popi Asri mengatakan, masyarakat telah lama memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif dalam pengobatan penyakit.

//

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui aktivitas tanaman obat sebagai obat antibakteri.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya ekstrak air daun biduri memiliki aktivitas sebagai antibakteri Vibrio alginolyticus dan Aeromonas hydrophilla. 

Baca: Gali Puluhan Sumur, Bule Ini Berkali-kali Nyaris Mati Demi Masyarakat Sumba

Secara empiris, biduri sering digunakan untuk mengobati sakit gigi masyarakat Lamongan dan Aceh.

Bagian tanaman biduri yang digunakan dalam pengobatan sakit gigi adalah getahnya.

Ia menuturkan, bakteri E. coli, S. aureus, P. aeruginosa terdapat dalam tubuh manusia dan hewan. 

Bakteri E. Coli banyak ditemukan di dalam usus besar sebagai mikrob normal. S. aureus sering dijumpai di kulit dan berasosiasi dengan bakteri lain. P. aeruginosa terdapat dalam saluran pernafasan, yakni paru-paru.

Selain itu, bakteri yang sering dijumpai dalam tubuh manusia adalah Streptococcus mutans yang menyebabkan penyakit gigi.

Baca: Egy Maulana Vikri Dapat Tawaran Trian dari Real Madrid

Ia juga menambahkan, bakteri-bakteri tersebut dapat membentuk biofilm yakni kumpulan bakteri yang menempel pada permukaan biologis atau benda mati.

Bakteri-bakteri tersebut dapat memroduksi matriks polimer berupa eksopolisakarida. Sehingga perlu dilakukan eksplorasi senyawa antibakteri dan antibiofilm berbahan alami yakni tanaman biduri (C. gigantea).

Hasil analisis fitokimia diketahui bahwa senyawa yang terkandung dalam getah dan ekstrak daun biduri yaitu flavonoid, saponin, steroid, dan triterpenoid.

Baca: Marc Marquez Vs Andrea Dovizioso Juara MotoGP 2017, 6 Faktor Ini Penentunya

Nilai LC50 getah biduri sebesar 1690 µg/mL, ekstrak air 570 µg/mL, ekstrak etanol 96 % 5970 µg/mL, dan ekstrak n-heksana sebesar 760 µg/mL.

Nilai LC50 menunjukkan getah biduri dan ekstrak etanol 96 persn tidak memiliki potensi bioaktivitas. Ekstrak air dan n-heksana memiliki potensi bioaktivitas relatif kecil. Getah dan ekstrak daun biduri tidak menunjukkan aktivitas antibakteri dan antibiofilm.  

(TribunnewsBogor.com)

 
Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved