Jumat, 17 April 2026

Nyaris Habis Dibantai, Pasukan Elit Inggris Ini Selamat Berkat Bantuan Kepala Suku

Namun, anehnya ditengah kedua pasukan yang sedang mempersiapkan diri untuk bertempur habis-habisan, tiba-tiba seorang

Editor: Iwan Satriawan
Elite UK Forces
Pasukan Inggris dalam pertempuran di Afghanistan 

BANGKAPOS.COM--Demi memerangi teroris al-Qaeda yang bercokol di Afghanistan sejak tahun 2001, Inggris telah mengirimkan sekitar 9.500 personel pasukannya.

Pasukan Inggris yang kemudian bergabung dengan pasukan NATO dan AS serta terwadahi dalam kontingen pasukan Internasional Security Assistance Force (ISAF) ternyata harus menghadapi pertempuran yang berdarah-darah.

Pasukan Inggris yang dikirim ke Afghanistan merupakan pasukan elit yang sudah berpengalaman dalam berbagai misi tempur seperti di Falkland, Irlandia Utara, Balkan, Kosovo, Irak, dan lainnya. Pasukan tempur itu adalah Parachute Regiment dan Royal Irish Regiment.

Personel pasukan Parachute Regiment yang dikenal sebagai Paras, merupakan pasukan elit Angkatan Darat Inggris (British Army) yang memiliki kualifikasi para komando.

Selain merupakan pasukan para komando, pasukan yang menginduk kepada Special Force Support Group ini juga merupakan pasukan reaksi cepat.

Untuk semua personel pasukan yang merupakan tim reaksi cepat selanjutnya terwadahi ke dalam pasukan infantri payung, 16 Air Assault Brigade.

Sementara pasukan Royal Irish Regiment terdiri dari batalyon yang merupakan pasukan elit Kerajaan Inggris yang juga memiliki kemampuan para komando.

Pasukan andalan di medan tempur garis depan itu dikenal sebagai para prajurit petarung dan merupakan satu-satunya resimen pasukan yang pernah mendapat penghargaan istimewa dari Ratu Inggris, Conspicuous Gallantry Cross (CGC).

Penghargaan CGC merupakan medali elit kedua di bawah medali paling utama yang dianugerahkan Kerajaan Inggris kepada pasukan tempurnya yang berprestasi, Victoria Cross.

Di Afghanistan pasukan Inggris mulai tahun 2006 bermarkas di Camp Bastion, yang berada di kawasan Propinsi Helmand.

Suatu kawasan pegunungan tandus yang juga dikenal sebagai daerah paling rawan dari serangan Taliban. Tapi dari sisi tantangan perang , kawasan seperti itulah yang paling cocok untuk menguji kemampuan tempur pasukan Parachute Regiment dan Royal Irish Regiment.

Kendati Inggris mengirimkan kedua pasukan elitnya ke Aghanistan dengan kemampuan yang sangat terlatih, medan tempur dan lawan sangat menentukan jalannya peperangan.

Mereka ternyata mengalami kesulitan ketika bertempur melawan para pejuang Taliban yang bertempur dengan taktik teror.

Pengebom bunuh diri. Pada bulan Januari 2004 untuk pertama kalinya seorang personel pasukan Inggris gugur di Afghanistan akibat serangan bom bunuh diri.

Korban dari pasukan Inggris terus berjatuhan ketika para pejuang Taliban mulai mengembangkan taktik serangan menggunakan bahan peledak yang sudah dimodifikasi, Improvised Exsplosive Devices (IEDS) dan difungsikan sebagai ranjau darat.

Sumber: Intisari
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved