Minggu, 12 April 2026

Banjir Lumpur Melanda Bali, Warga Takut Diterjang Bencana Lahar Dingin

Warga sekitar bantaran Sungai Unda Bali takut banjir itu merupakan banjir lahar dingin.

Editor: fitriadi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Warga memadati kawasan seputar Sungai Unda yang ada di Perbatasan kelurahan Semarapura Kangin dan Desa Paksebali, Senin (27/11/2017). Warga menakutkan jika banjir lumpur itu merupakan banjir lahar dingin. 

BANGKAPOS.COM, SEMARAPURA - Warga berduyun-duyun mendatangi jembatan Sungai Unda di Perbatasan Kelurahan Semarapura Kangin dan Desa Paksebali, Klungkung, Bali, Senin (27/11/2017) melihat banjir lumpur.

Warga sekitar bantaran sungai takut banjir itu merupakan banjir lahar dingin.

Baca: Berdentum, Gunung Agung Bakal Meletus Besar

Bahkan jembatan Sungai Unda sampai macet akibat antusiasme warga yang ingin menonton banjir lumpur tersebut dari atas jembatan.

"Kediaman saya di bantaran Sungai Unda. Jelas takut kalau kondisinya seperti ini. Semoga terjangan lahar dinginya tidak sampai meluber ke pemukiman," jelas Made Sujaya, seorang warga di bantaran sungai unda, Kelurahan Semarapura Kangin.

Lurah Semarapura Kangin, Wayan Sudharma mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, banjir lumpur itu terjadi sekira Pukul 6.30 wita.

Kondisi Sungai Unda yang ada di Perbatasan kelurahan Semarapura Kangin dan Desa Paksebali, Senin (27/11/2017). Warga menakutkan jika banjir lumpur itu merupakan banjir lahar dingin. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)
Kondisi Sungai Unda yang ada di Perbatasan kelurahan Semarapura Kangin dan Desa Paksebali, Senin (27/11/2017). Warga menakutkan jika banjir lumpur itu merupakan banjir lahar dingin. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Ia mengimbau agar masyarakat tidak ada beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Unda.

Aktivitas periwisata di Sungai Unda dan prewedding ditutup sementara.

Diketahui, di sekitar bantaran Sungai Unda bermukim sebanyak 88 KK dan 240 jiwa.

Sementara itu, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ini adalah lahar hujan (lahar dingin).

"Waspadai juga bencana lahar hujan di sepanjang sungai dengan hulu Gunung Agung," imbaunya.

Baca: Dua Petani Tewas Akibat Jebakan Tikus yang Mereka Buat Sendiri

Meski volume piroklastik dari erupsi Gunung Agung belum banyak, tapi dengan memasuki musim hujan sekarang ini harus diwaspadai.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai saat di Gunung Agung dilanda hujan.

Di peta KRB daerah bahaya banjir lahar dingin ini terlihat warna kuning (KRB 1). 

BPBD Klungkung ketika melakukan persiapan pendataan ulang pengungsi di Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Sabtu (30/9/2017). KRB Gunung Agung sesuai peta PVMBG
BPBD Klungkung ketika melakukan persiapan pendataan ulang pengungsi di Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Sabtu (30/9/2017). KRB Gunung Agung sesuai peta PVMBG (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)
Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved