Greget Kekinian, Beredar Video Pria Sikat Kepala Buaya Ganas. Benarkah Reptil Ini Bisa Jinak
Benarkah buaya dapat dijinakkan. Pernahkan anda menonton video yang memperlihatkan pertemanan seekor buaya dengan manusia?
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM -- Beberapa waktu lalu beredar video seorang wanita mencuci piring di rumah panggung di media sosial. Video itu menjadi perhatian publik karena peristiwa ini sangat tak lazim.
Tentunya buaya adalah reptil yang ganas. Kita kerap menyakiskan peristiwa serangan buaya di tayangan televisi.
Namun apa yang dilakukan wanita yang kabarnya di Kalimantan Timur itu sangat berani. Dia mencuci piring di depan buaya yang ukurannya cukup besar.
Setelah video tersebut muncul, memicu 'kegilaan' sejumlah orang. Sejumlah aksi bersama hewan reptil ganas di posting ke media sosial.
istilah 'greget kekinian' kemudian muncul di media sosial.
Satu di antaranya adalah yang dilakukan oleh seorang pria pada video berikut ini.
Ia menunjukan bagaimana buaya yang ia pelihara menjadi jinak.
Apakah buaya dapat dijinakkan?
Lucu memenag jika kita memelihara hewan yang satu ini sebab buaya tergolong hewan yang buas dan kerap kali banyak laporan penyerangan akibat buaya, namun ada juga beberapa orang didunia ini yang memelihara buaya sebagai hewan peliharaannya aneh bukan?
Melansir artikel dari pecintabinatang.net, perlu diketahui sejinak apapun hewan liar pastinya didalam diri mereka masih terdapat sifat buas dan sifat pemangsa mereka termasuk buaya, namun apakah buaya dapat dijinakkan?
Memang semua hewan yang buas dapat dijinakkan namun semua tergantung kepada kita sebab jika kita salah dalam memelihara buaya bisa jadi kita yang celaka nantinya.
Apakah buaya dapat dijinakkan?
Persahabatan manusia dengan buaya
Pernahkan anda menonton video di youtube yang memperlihatkan pertemanan seekor buaya dengan manusia , dalam video tampak jelas bahwa lelaki didalam video tersebut berenang dengan santainya dengan seekor buaya yang cukup besar, mereka bermain layaknya anjing dengan ownernya.
Berdasarkan sumber yang dikutip dari internet buaya tersebut ditemukan Chito Sheddendari ( atau biasa dipanggil phoco) pada saat buaya tersebut hampir masti dipingir sungai, chito pun merawat buaya tersebut hingga besa.