Ustaz Abdul Somad Puji Gubernur dan Bupati Kumandangkan Azan dan Iqomat
Saya seumur-umur berkeliling daerah untuk ceramah baru di Provinsi Bangka Belitung saat Salat Subuh inilah bupatinya iqomat dan gubernurnya azan
Penulis: nurhayati | Editor: khamelia
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ustaz Abdul Somad memuji Gubernur Babel H Erzaldi Rosmad Djohan dan Bupati Bangka H Tarmizi Saat.
Karena sebelum melaksanakan Salat Subuh, gubernur yang mengkumandangkan azan dan bupati membacakan iqomatnya.
"Saya seumur-umur berkeliling daerah untuk ceramah baru di Provinsi Bangka Belitung saat Salat Subuh inilah bupatinya iqomat dan gubernurnya azan. Luar biasa, saya sampai dak berani jadi imam," puji Ustaz Abdul Somad saat memberikan tausyiah usai Salat Subuh, Kamis (7/12/2017) di Masjid Agung Sungailiat.
Ia juga bersyukur jamaah ramai Salat Subuh di Masjid Agung.
"Kalau ramai begini kalau kita istiqomah layaklah kita bersama Nabi Muhammad SAW," ungkap Abdul Somad.
Pada kesempatan ini Ustaz Abdul Somad menyampaikan berbagai materi tentang syariat Islam di antaranya mengenai hukum bersentuhan laki-laki dengan perempuan.
Dikatakannya, ada beberapa madzhab jika suami bersalaman dengan istrinya kemudian salat, apakah batal atau tidak.
Menurutnya jika madzhab As-Syafi'i hal itu membatalkan karena bisa saja menimbulkan syahwat.
Kecuali tidak membatalkan jika bersalaman dengan anak, ponakan atau ibu karena muhrim.
Sedangkan yang memperbolehkan berjabat tangan dengan non mahram yang sudah tua tidak ada syahwat adalah madzhab Hanafi dan Hambali.
"Kalau saya lebih cenderung menggunakan madzhab As-Syafi'i karena khawatir syak wasangka saat salat setan berbisik batal salat kau, batal salat kau. Mending wudhu lagi kenapa ustadz, kan air banyak. Saya dari Pangkalpinang ke Sungailiat juga melewati dua jembatan," kata Abdul Somad yang disambut tawa para jamaah.
Dia juga menganjurkan jika orang meninggal dunia sebaiknya yang memandikannya adalah keluarga terdekatnya.
Ditegaskannya Nabi Muhammad SAW meninggal yang memandikannya anaknya.
"Berapa kali ibu memandikan anaknya. Sehari bisa tiga kali kalau setahun bisa 1000 kali tapi anak hanya sekali memandi ibunya saat ibunya meninggal dunia," pesan Abdul Somad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad-saat-menyampaikan-tauziah_20171207_141405.jpg)