Yuk, Intip 9 Sosok Calon Pendamping Jokowi di Pilpres 2019, Ada yang Bertato Loh!

Kesembilan calon pendamping Jokowi ini dinilai berdasarkan kemampuan menghadapi tantangan politik dan pantas secara kriteria.

Yuk, Intip 9 Sosok Calon Pendamping Jokowi di Pilpres 2019, Ada yang Bertato Loh!
Tribun Medan
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Namun, sebagai tokoh muda di partai pemenang pemilu 2014 dan sebagai Menteri yang cukup berhasil di kabinet Jokowi, Puan pun layak dipertimbangkan sebagai cawapres Jokowi 2019.

5. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

AHY mempunyai dukungan partai yang jelas. Ia juga cukup cerdas sebagai anak muda.

Sayangnya, AHY tidak mempunyai pengalaman yang memadai dalam berpolitik sehingga dianggap sebagai politisi karbitan.

Baca: Moms, Tahu Nggak Difteri Lagi Mewabah, Begini Cara Hindarkan Anak dari Penyakit Ini

"AHY baru potensial menjadi cawapres di pilpres 2024 setelah ia belajar membangun jaringan dan citra di tengah masyarakat politik," jelasnya.

6. Susi Pujiastuti

Sosok perempuan lain yang ideal adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti.

Susi dinilai punya popularitas dan integritas yang tinggi.

Itu membuatnya layak disandingkan dengan Jokowi.

tato menteri susi pudjiastuti
Tato Susi Pudjiastuti

Ia pekerja tulen seperti Jokowi.

Sayangnya, Susi tidak mempunyai dukungan partai yang memadai.

7. Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani adalah sosok perempuan yang cerdas.

Namun sayangnya menurutnya, SMI demikian sapaanya, tidak mempunyai dukungan partai dan tersandung isu dugaan kasus Bank Century yang sampai hari ini masih menjadi momok yang mengancam citranya dalam politik.

8. Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno adalah figur yang fenomenal dalam pemerintahan Jokowi.

Baca: Wanita Ini Selamatkan Sunan Kalijaga dari Godaan Jennifer Dunn, Cantik Suka Nembak

Sebagai Menteri BUMN ia ditentang banyak kekuatan politk di parlemen namun ia berhasil melewati semua badai politik.

"Ia adalah perempuan yang kuat. Sayangnya, RS bisa memicu perlawanan yang serius dari partai pendukung pemerintah jika ia digadang sebaga wapres Jokowi," jelasnya.

9. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah sosok yang juga ideal karena bisa menarik dukungan dari kaum muda progresif dan kelompok minoritas.

Sayangnya Ahok sudah “disembelih” dalam pilkada dki Jakarta 2017 sehingga sulit bisa digadang sebagai wapres Jokowi.

"Sosok Ahok ideal tetapi secara politis, ia bukan sosok yang realistis untuk memenangkan pilpres 2019 karena justru memperkuat isu kelompok radikal yang ingin memanfaatkan agama sebagai modal politik," kata dia.

Baca: Bos First Travel 4 Bulan Tidur Bareng Pembunuh di Penjara, Begini Kabarnya Sekarang

Boni pun menjelaskan kriteria Wapres Jokowi untuk periode kedua, di antaranya

Pertama, Wapres Jokowi adalah seorang pekerja yang mempunyai rekam jejak yang baik dalam hal kepemimpinan, bukan seorang politisi yang senang menebar pesona.

Kedua, Figur yang mampu mengendalikan dan meredam kekuatan kelompok radikal.

Calon wakil presiden Jokowi adalah sosok “merah-putih” yang nasionalismenya sudah teruji.

Aspek nasionalisme ini penting karena ancaman masa depan bagi bangsa dan negara ini adalah gangguan terhadap ketahanan Pancasila sebagai ideologi negara.
Kekuatan radikal sedang berjuang keras menggantikan

"Pancasila dengan ideologi lain. Maka, seorang wapres Jokowi haruslah sosok yang kuat dan teruji dalam aspek nasionalisme dan kenegarawanan," tegasnya.

Baca: Inilah Daftar Tim yang Melenggang ke Babak 16 Besar Liga Champions

Ketiga, calon wakil presiden Jokowi juga harus didukung oleh partai besar mengingat posisi Jokowi yang bukan ketua umum partai politik tertentu.

Keempat, Cawapres Jokowi adalah sosok yang mempunyai kemampuan finansial yang memadai.

"Itu tidak berarti wapres Jokowi adalah pengusaha," jelasnya.

Seorang figur yang mampu merangkul para pemodal besar sangat dibutuhkan untuk menjadi tumpuan dalam pertarungan 2019 karena Jokowi sendiri bukan oligark atau pengusaha besar yang bisa mendanai sendiri perjuangan politiknya.

Kelima, kriteria terakhir adalah elektabilitas.

Baca: Mama Kesulitan Deteksi Suami Selingkuh? Coba Intip 5 Tanda Tersembunyi Ini

Sosok wapres harus mampu memperkuat elektabilitas Jokowi yang sudah memadai.

Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei calon presiden terkuat jelang Pilpres 2019.

Dalam survei kali ini, Posisi Presiden Joko Widodo kembali unggul dengan 34,9 persen di atas Prabowo Subianto yang mendapatkan 12,1 persen suara.

(Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved