Ditemukan Dua Kasus Difteri di Basel, Jadikan Kejadian Ini Luar Biasa
Penderita sakit Difteri di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak dua orang anak menjadikan temuan ini Kejadian Luar Biasa (KLB)
Penulis: Riki Pratama | Editor: M Zulkodri
Laporan Wartawan Bangkapos, Riki Pratama
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Penderita sakit Difteri di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak dua orang anak menjadikan temuan ini Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di Negeri Junjung Besaoh. Pasalnya sebanyak dua orang penderita penyakit tersebut meninggal dunia.
Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae bakteri telah memakan korban bernama Ferdi (4) warga Jalan Puput, Desa Gadung, Kecamatan Toboali dan Fitriani (8) warga Sukadami, Kecamatan Toboali Bangka Selatan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Basel Didi Nopriadi mengatakan bahwa dua penderita itu, terjadi pada bulan Juni dan Juli lalu dimana kedua penderita meninggal dunia akibat menderita sakit Difteri.
" Dari laporan rumah sakit, Ferdi meninggal di rumah sakit Koba dan Fitri di rumah sakit RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang,"jelas Didi kepada wartawan, Senin (11/12/2017)
Dimana menurut, Didi penyebab penyakit itu yakni karena riwayat imunisasi yang tidak lengkap dilakukan oleh kedua penderita Difteri.
"Dari dua kasus itu, pasienya meninggal dan dilihat bahwa keduanya ini tidak lengkap riwayat imunisasinya, sehingga terkena sakit Difteri,"ujarnya
Didi menambahkan akibat adanya temuan kasus itu dianggap Pemerintah pusat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi di Kabupaten Bangka Selatan. Sehingga akhirnya pihak Kementrian Kesehatan telah turun langsung untuk mengatasinya.
"Waktu kasus itu mencuang pada bulan puasa lalu, dari Kementrian Kesehatan langsung turun bersama pihak Provinsi Babel, mereka mersespon langsung dan mengambil sempel di sekitar radius yang terkena infeksi,"lanjutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/riki_20171211_174152.jpg)