Senin, 4 Mei 2026

Inilah Pernyataan Terbuka Raja Bali Mengenai Ustadz Abdul Somad di Masjid Denpasar

Kami melihat bahwa Kiai (Ustaz Somad) menyampaikan tidak ada perpecahan, malah guyub kita. Justru malah semakin mempererat

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan

Ia menegaskan jika provokator yang sempat melakukan persekusi terhadap dirinya tak hanya merusak dirinya saja, tetapi juga umat Hindu Bali yang selama ini dikenal terbuka bagi semua elemen masyarakat.

Ustaz Somad mencontohkan bagaimana umat Hindu dan Muslim Bali bersatu padu meski berbeda keyakinan dan aqidah.

“Di Ubud (Gianyar) ada pondok Alquran yang justru sebagian tempatnya disediakan oleh saudara kita dari Hindu Bali. Ini justru orang di tempat lain meniru bagaimana masyarakat Bali bisa bertenggang rasa, tepo seliro  berlapang dada untuk menerima yang berbeda keyakinan. Kalau ada fitnah, isu, seyogyanya tabayyun dulu, tidak serta merta mengambil kesimpulan.

Apalagi sosial media sekarang ini sungguh luar biasa. Alhamdulilah saya merasa terhormat bisa duduk berdampingan dengan Raja, orang yang dihormati dalam struktur masyarakat Bali. kita bisa duduk bersama, bertukar cerita bagaimana mengusir Belanda bersama-sama saat itu,” katanya.

Pupuk Persaudaraan

Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad (Tribun Lampung)

Abdul Somad berharap kunjungannya ke Bali tak menimbulkan kontroversi berkepanjangan.

Sejak awal ia menegaskan ingin hadir di tengah-tengah umat Muslim Bali untuk memupuk rasa persaudaraan sesama anak bangsa.

“Kalau kedatangan saya ini bisa merekat yang putus, menyatukan yang patah, menyambung yang retak saya akan datang. tapi kalau malah memecah belah lebih baik saya tidak datang. Alhamdulillah saya berharap kedatangan saya dapat memupuk persaudaraan antar-sesama Muslim maupun Muslim dengan saudara kita sebangsa dan setanah air,” kata Ustaz Somad.

Saat kembali dari Bali, Ustaz Abdul Somad disambut masyarakat Melayu di Riau.

Menurutnya, meski dipersekusi, dia tetap menolak berikrar di depan orang-orang yang tidak punya legalitas dan otoritas.

Menurut Somad, tidak perlu ada yang meragukan kecintaannya terhadap NKRI.

Tapi dia tidak ingin ada preman yang mendikte dirinya. Karena itu, dia minta pemerintah dapat menjaga ulama.

"Saya hanya tidak mau didikte di depan preman-preman nasi bungkus. Itu yang saya tidak mau. Ke depan saya mau menyatakan bahwa pemerintah harus menjaga ulama kalau tidak umat akan mengamuk," kata Somad.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved