Sabtu, 25 April 2026

Lebih Sadis Dari Sumanto, Pria Ini Mutilasi Kemaluan Korban, Direbus lalu Dimakan

Sebelum dikubur, itulah tersangka terlebih dahulu memotong alat vital korban untuk kemudian direbus dan dimakan

Editor: Iwan Satriawan
Kolase tribunjambi

BANGKAPOS.COM--Sadis dan tak berperikemanusiaan. Masih ingat Sumanto yang berkasus kanibal, memakan daging mayat korbannya?

Nah, kali ini kasus sedemikian kembali membuat publik Tanah Air terhenyak.

Sadis dan tak berperikemanusiaan itu pula kata yang pas untuk menggambarkan  pembunuhan M Dasurullah yang terjadi pada tanggal 7 desember lalu di Kabupaten Batanghari.

Adalah Terusman alias Mansyur bin Jaman (54) dan anaknya berinisial RD (16) warga Solok Selatan Sumatera Barat yang menjadi tersangka sekaligus otak pembunuhan. 

Diungkapkannya, korban tidak pernah mengeluarkan gaji mereka selama tiga tahun bekerja sebagai penjaga sekaligus pemanen kebun sawit milik korban.

"Selamo kito kerjo lebih kurang 3 tahun, tidak sekalipun gaji dibayarkannyo. Awalnyo dijanjikan sebulan dua juta per orang tapi dag dibayarkannyo jugo," ujarnya kepada tribunjambi.com, Kamis (14/12).

Peran anaknnya RD (16) sendiri yaitu untuk membawa korban dari pondok TKP dan dikuburkan di pinggiran sungai. 

Pada saat dilakukan Press Realease di Polres Batanghari, kronologis pembunuhan itu akhirnya diungkap secara detail. Ternyata pelaku sempat memutilasi kelamin korban dan merebusnya.

Sang eksekutor Mansyur juga membeberkan bahwa ia menghabisi korban dengan menggunakan golok.

" Saat kejadian Korban tengahbtertidur dipondoknyo, pas lagi tidur tulah sayo datang dan langsung membacok bagian lengan hingga keperut korban.
Pada saat itu korban masih hidup dan langsung sayo bacokan lagi keleher korban hingga tewas," Jelasnya kepada tribunjambi.com.

Usai memastikan korban meninggal dunia, dibantu anaknya ia langsung mengamankan mayat korban untuk di kubur. 

Sebelum dikubur, itulah tersangka terlebih dahulu memotong alat vital korban untuk kemudian direbus dan dimakan.

Tujuannya untuk menghindari gangguan dari arwah korban.

" Sudah sayo potong menggunakan golok, lalu sayo rebus sebelum akhirnya dimakan.. Supayo arwah korban dag ngantui sayo," ungkapnya.

Parahnya, Mansyur mengaku melakukannya dengan penuh kesadaran dan tanpa rasa jijik ataupun geli. 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved