Ketika Agen Rahasia Israel Mossad 'Tercoreng' Namanya Oleh Hasan Salameh
Sebagai organisasi intelijen, Mossad bisa digolongkan sebagai salah satu yang terbaik di dunia, baik dalam organisasi, cara kerja
Cara kerja agen Mossad di berbagai negara sangat profesional dan didukung oleh teknologi canggih.
Sistem yang ditempuh sulit dideteksi lawan dan untuk menghilangkan bukti atau jejak, agar Mossad bisa melaksanakan pembunuhan sadis dengan cara yang sangat sulit untuk dilacak polisi.
Meskipun sudah memiliki tim pembunuh, Metsada, semua agen Mossad mendapat pelatihan menggunakan senjata dan teknik bertempur ala pasukan komando serta latihan bunuh senyap dengan beragam senjata.
Mereka juga memiliki motto dalam menghilangkan nyawa korbannya.
Untuk memastikan korbannya tewas, agen Mossad wajib menyarangkan satu peluru pistol ke kepala korbannya.
Cara ini jelas menunjukkan ciri khas aksi pasukan tempur komando yang biasa bertugas melumpuhkan teroris yang sedang menyandera korban, pembajak pesawat, dan teknik tempur yang biasa digunakan dalam pertempuran jarak dekat.
Oleh karena itu, ketika agen Mossad terpaksa harus membunuh sasarannya, dia bisa melaksanakannya secara profesional.
Agen mata-mata yang berhasil digaet oleh Mossad pun kebanyakan tidak menyadari bahwa dirinya telah direkrut.
Ketika operasi Mossad akhrnya sukses berkat informasi yang diberikan oleh si agen, rata-rata agen bersangkutan juga belum menyadari bahwa suksesnya operasi Mossad karena berkat jasa dirinya.
Sejumlah operasi Mossad yang telah dilancarkan antara lain operasi penculikan buronan penjahat Nazi, Adolf Eichmann yang berlangsung secara rahasia di Argentina (1960) dan kemudian membawanya ke Israel untuk diadili serta dihukum mati (1962).
Tahun 1972, Mossad melancarkan operasi penangkapan sekaligus pembunuhan terhadap 12 teroris Palestina yang terlibat dalam aksi pembantaian atlet Israel saat berlangsung Olimpiade Munich.
Seperti motto ‘’sarangkan satu peluru di kepala ke teroris yang sudah roboh’’ teknik itu juga diterapkan pada setiap korban pembunuhan Mossad.
Rata-rata teroris Palestina yang sudah diberondong peluru musuh di tubuhnya masih ditembak kepalanya untuk memastikan bahwa sasaran betul-betul telah tewas.
Tahun 1976, Mossad dan pasukan khusus Israel berhasil menumpas pembajak pesawat Israel yang berpenumpang 100 orang di bandara Entebbe, Uganda.
Aksi penumpasan dan pembebasan sandera yang sukses itu makin mempopulerkan nama Mossad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mossad_20171217_080530.jpg)