Nelayan Tuntut Dana Kompensasi KIP, Rapat di Kantor Camat Ricuh
Rapat pembagian dana kompensasi Kapal Isap Produksi untuk para nelayan di Kantor Camat Sungailiat, Kamis (11/1/2018) berlangsung ricuh.
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Rapat mengenai tuntutan pembagian dana kompensasi Kapal Isap Produksi (KIP) untuk para nelayan di ruang pertemuan Kantor Camat Sungailiat, Kamis (11/1/2018) berlangsung ricuh.
Beruntung kericuhan tersebut, tidak meluas dan dapat dikendalikan petugas kepolisian dan Satpol PP
Kericuhan itu dimulai ketika Ketua Kelompok Nelayan Lingkungan Parit Pekir Sungailiat, H Bujang mengungkapkan persoalan adanya sejumlah nelayan yang menanyakan soal kapan pembagian dana kompensasi KIP kepada mereka.
"Para nelayan ini nanya itu terus sama saya, sampai saya juga pusing Karena tidak ada kejelasan, akhirnya menemui pak camat untuk dimediasikan kembali di kantor camat," ungkap Bujang.
Sepengetahuan dia, dana CSR untuk nelayan sudah terkumpul sebesar Rp 1 milyar lebih dan akan dibagikan oleh panitia penyaluran dana kompensasi jika sudah terkumpul tersebesar Rp 2 milyar.
"Seharusnya dana itu sudah dibagikan akhir tahun 2017. Namun hingga saat ini, dana kompensasi itu belum juga dibagikan sehingga terjadi permasalahan seperti ini,"katanya.
Pada pertemuan itu Perwakilan Nelayan Parit Pekir Sudiman meminta agar Camat Sungailiat Suhardi membubarkan kepanitiaan penyaluran kompensasi dan pembongkaran timah KIP.
"Ini murni aspirasi nelayan yang meminta kepengurusan yang sekarang ini dibubarkan," pinta Sudirman saat rapat berlangsung.
Ia menilai kompensasi yang diberikan kepada para nelayan tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan atas penambangan laut itu.
"Lihat saja, sampai sekarang, permasalahan penyempitan alur muara tidak selesai selesai," ungkap Sudiman.
Untuk itu, ia meminta kepada pihak Kecamatan Sungailiat membubarkan kepanitian yang baru tersebut agar dibubarkan.
Pernyataan yang dilontarkan Sudiman membuat kontan membuat sejumlah panitia kepengurusan penyaluran kompensasi dan pembongkaran KIP tidak terima.
Bahkan Ketua Panitia Penyaluran Kompensasi dan Pembongkaran Timah KIP, Ratno Daeng Mapiwalli tampak berang dan berdiri dari duduk saat mendengar pernyataan tersebut.
"Jangan asal ngomong kamu," kata Ratno yang ditengahi oleh petugas yang melakukan penjagaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rapat-mengenai-tuntutan-pembagian-dana-kompensasi-kapal-isap-produksi-kip_20180111_175535.jpg)