Rabu, 20 Mei 2026

Mengenal Stephen Hawking, Fisikawan Cacat yang Panjang Umur

Tanggal 8 Januari 2018 kemarin, fisikawan ternama Stephen Hawking berulang tahun ke 76 tahun.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
net
Stephen Hawking 

BANGKAPOS.COM – Tanggal 8 Januari 2018 kemarin, fisikawan ternama Stephen Hawking berulang tahun ke 76 tahun.

Sebuah usia yang patut disyukuri. Apalagi karena ia didiagnosis menderita penyakit neurologis amyotrophic lateral sclerosis (ALS) lebih dari 50 tahun yang lalu.

Diketahui ketika berusia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1963, Hawking didiagnosis dengan ALS dan diberitahu bahwa dia hanya memiliki waktu dua tahun untuk bertahan.

ALS adalah penyakit yang menyebabkan degenerasi progresif dan kematian sel saraf yang mengendalikan gerakan otot sukarela, seperti mengunyah, berjalan, berbicara dan bernafas, menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS).

Tapi bagaimana Hawking hidup begitu lama dengan penyakit yang biasanya berakibat fatal setelah beberapa tahun saja?

Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti mengapa Hawking bertahan begitu lama dengan ALS, yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig.

Hanya saja periset memang tahu bahwa perkembangan penyakit ini bervariasi tergantung dari orang tersebut.

Menurut Asosiasi ALS, rata-rata harapan hidup setelah diagnosis ALS hanyalah sekitar tiga tahun.

Namun sekitar 20% orang hidup lima tahun setelah diagnosis mereka, 10% hidup 10 tahun setelah diagnosis mereka, dan 5% hidup 20 tahun atau lebih,

undefined
Stephen Hawking.

Salah satu faktor yang mungkin berperan dalam kelangsungan hidup pasien adalah genetika.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 20 gen yang berbeda yang terlibat dalam ALS, kata Dr. Anthony Geraci, direktur Neuromuscular Center di Northwell Health's Neuroscience Institute di Manhasset, New York, yang tidak terlibat dalam perawatan Hawking.

“ALS mungkin 20 atau lebih penyakit berbeda saat kita mempertimbangkan dasar genetik," kata Geraci kepada Live Science.

“Beberapa perbedaan genetik ini tampaknya mempengaruhi berbagai aspek penyakit, termasuk kelangsungan hidup.”

Studi juga menemukan bahwa didiagnosis dengan ALS di usia yang lebih muda dikaitkan dengan waktu bertahan lebih lama.

Ingat bahwa usia Hawking relatif muda saat didiagnosis dengan ALS. Padahal penyakit ini paling sering didiagnosis pada orang berusia 55 sampai 75 tahun, menurut NINDS.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved