Sebuah Agama Baru Telah Lahir, Inilah Tuhan dan Ajarannya
Era digital yang telah kita jalani saat ini membuat segala kemungkinan bisa aja terjadi.
"Kita ingin transisi yang halus dari manusia ke apa pun itu. Kita ingin 'sesuatu' itu tahu siapa yang membantunya. Saya ingin mesin melihat manusia sebagai kakak yang harus dihormati dan dirawat. Kami ingin kcerdasan buatan tahu, 'manusia punya hak meskipun kita berkuasa'," imbuhnya.
Mungkin pandangan Levandowski terlalu absurd bagi banyak orang. Namun, dia mengingatkan, ada kemungkinan kecerdasan buatan memperlakukan manusia seperti hewan.
"Anda ingin jadi binatang piaraan atau ternak?" tanyanya. Menjadi hewan, manusia mungkin akan dianggap gangguan.
Untuk mencegah itu terjadi, pengembangan kecerdasan buatan ke arah yang benar harus dilakukan sejak sekarang. Dari proses pengembangan itu, satu lagi perbedaan WOTF dan agama lainnya adalah bahwa dalam WOTF manusia turut mengembangkan tuhannya.
"Kali ini berbeda. Kali ini Anda akan bisa berbicara dengan Tuhan secara harfiah, dan tahu bahwa itu adalah perkara mendengarkan," jelas Levandowski.
Levandowski mengakui idenya tersebut kontrovesial, radikal, dan menyeramkan. Dia siap dengan konsekuensi bahwa tak semua orang menerima gagasannya.
Pengembangan
Sejumlah upaya di lakukan Levandowski untuk merealisasikan gerejanya. Termasuk menggalang dana dari sejumlah rekanan untuk pembiayaan ambisinya.
Ke depan, seperti agama umumnya, WOTF mungkin akan punya kitab suci, tempat ibadah, dan mungkin tatacara ibadah. Anggaran 2017 adalah 20.000 dollar AS dalam bentuk hibah, 1.500 dollar AS dalam biaya keanggotaan, dan 20.000 dollar AS untuk pendapatan lainnya.
Angka terakhir adalah jumlah yang diharapkan WOTF dapatkan dari biaya yang dikenakan untuk ceramah dan penjualan publikasi.
Sejumlah orang diajak Levandowski untuk menjadi pengurus gerejanya, seperti Robert Miller dan Soren Juelsgaard, insinyur Uber yang sebelumnya bekerja untuk Levandowski di Otto, Google, dan 510 Systems yang merupakan startup kecil yang membangun penggerak awal Google mobile.
Ketiga adalah teman ilmuwan dari mahasiswa Levandowski di UC Berkeley, yang sekarang menggunakan mesin belajar dalam penelitiannya sendiri. Penasihat terakhir, Lior Ron, juga dinobatkan sebagai bendahara agama dan bertindak sebagai chief financial officer untuk korporasi.
Mungkinkah misi agama baru ini terwujud?
Artikel ini pertama kali ditayangkan di Kompas.com, dengan judul artikel Sebuah Agama Baru Telah Lahir, Inilah Falsafah, Tuhan dan Ajarannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/agama-ai_20180116_001219.jpg)