UBB Gelar Konferensi Internasional Maritim dan Kepulauan, Prof Jepang dan Jerman Hadir
Universitas Bangka Belitung menetapkan tanggal 13 hingga 15 September 2018 sebagai jadwal konferensi internasional.
Jika lolos maka artikel ilmiah itu akan diterbitkan di media prosiding konferensi internasional yang terindeks Scopus.
“Kemenristek Dikti mendorong seluruh dosen untuk memublikasi penelitian atau artikel ilmiahnya ke jurnal atau prosiding konferensi internasional yang terindeks Scopus. Semua universitas masing-masing sudah mentargetkan berapa jumlah artikel ilmiah akademisinya masuk ke jurnal atau prosiding internasional. Undip misalnya, pada tahun 2017 menargetkan 300 tapi kenyatannya bisa lebih dari seribu,” papar Budiyono.
Prof Agus menegaskan meski target peserta konferensi ini di atas 150 peneliti atau akademisi, akan tetapi sisi kelayakan karya ilmiah yang diajukan calon peserta konferensi, tetap menjadi sesuatu yang mutlak. Layak atau tidaknya karya ilmiah itu ikut ‘dibentangkan’ dalam konferensi akan ditentukan oleh tim editorial board.
“Anggota editorial board itu berasal kalangan akademisi yang sudah berpengalaman. Baik dari sisi keilmuannya maupun dari sisi publikasi ilmiahnya di jurnal atau prosiding internasional,” ujar Agus Hartoko.
Agus Hartoko menilai walaupun target peserta konferensi 150 orang, namun mutu tetap menjadi hal utama dan tidak bisa ditawar-tawar.
Untuk itu, baik UBB maupun Undip, telah sepakat menunjuk ASL (American Sign Language) -- sebagai lembaga pengindeks (indexing) atau publisher --, bagi seluruh artikel ilmiah konferensi internasional maritim dan kepulauan.
“Berdasarkan template yang sudah ada, jumlah halaman artikel maksimal lima halaman. Tiap halaman dikenakan biaya 50 dolar AS, sehingga biaya pendaftarkan menjadi peserta konferensi ini kita tetapkan 250 dolar AS per perserta,” ujar Agus Hartoko.
Sementara itu Agus Purwanto menyarankan jadwal memasukkan abstrak artikel ilmiah bagi calon peserta konferensi sudah dimulai bulan Mei. Hal ini dilakukan agar memudahkan tim editorial board menilai kelayakan artikel ilmiah tersebut: diterima atau tidak dibentangkan di dalam konferensi.
“Untuk itu perlu segera dibentuk editorial board, executive board dan organizing committee,” ujar Agus Purwanto.
Sementara itu, usai rapat dilanjutkan dengan pembentukan panitia pelaksana (organizing committee, OC) yang dipimpin Warek I UBB Dr Ir Ismed Inonu. Terpilih sebagai ketua OC adalah Dr Reniati (Dekan Fakultas Ekonomi). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/konferensi-internasional_20180118_202013.jpg)