SPSI Babel Ingin Sampaikan Soal UMP ke Menteri Ketenagakerjaan

banyak perusahaan yang belum menerapkan gaji buruh sesuai UMP yang telah ditetapkan, termasuk penerapan skala upah

SPSI Babel Ingin Sampaikan Soal UMP ke Menteri Ketenagakerjaan
BANGKAPOS.COM/KRISYANIDAYATI
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Babel, Darusman. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darusman Aswan mengatakan ada hal yang ingin disampaikan dengan menteri ketenagakerjaan terkait belum banyaknya perusahaan yang melaksanakan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Kalau ada moment untuk berbicara dengan pak Menteri saya mau menyampaikan persoalan krusial  sampai saat ini dengan adanya UMP yang baru ini banyak perusahaan yang belum melaksanakan," kata Darusman, Rabu (31/1/2018).

Ia mengatakan banyak perusahaan yang belum menerapkan gaji buruh sesuai UMP yang telah ditetapkan, termasuk penerapan skala upah yang seharusnya sudah mulai berlaku tahun ini.

"Bahkan skala upah yang harusnya ditetapkan tahun ini di PP 78 itu masih mimpi meskipun sosialisasi kenceng. Boro-boro skala upah UMP yang sudah minimum saja masih banyak yang ditelantarkan," katanya.

Kendati demikian, menurut Darusman pihaknya mengapresiasi adanya liga pekerja Indonesia tingkat Provinsi.

Darusman menyebutkan, LPI bukan hanya sekedar perlombaan semata namun juga dapat meningkatkan kekompakan solidaritas sesama pekerja maupun antara pekerja dengan pengusaha.

"Liga pekerja ini momentum untuk lebih mengakrabkan kalau selama ini ada kesan antara buruh dan pengusaha ini kurang akrab tapi dengan adanya event lebih mendekatkan hubungan emosial, karena pengusaha dan pekerja ini satu batang tubuh yang tidak bisa dipisahkan," katanya.

Ia berharap peserta yang terlibat dalam Liga Pekerja ini bukan hanya perusahaan BUMN saja, namun juga perusahaan swasta.

"Kita harapkan dengan adanya liga pekerja semua terlibat pekerja formal/informal, swasta dan BUMN. Harapan kita didominasi oleh pekerja swasta, bukan swasta BUMN ya, tapi seperti perkebunan sawit, perusahaan galian C yang bukan BUMN," tutupnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved