Jumat, 17 April 2026

Kisah Tragis Lusitania, ‘Kembaran’ Titanic yang Tenggelam dan Picu AS Terlibat Perang Dunia

Tak hanya mampu berlayar cepat, Lusitania juga sanggup membawa penumpang sebanyak 2.198 orang

Editor: Iwan Satriawan
Youtube
Kapal Lusitania 

BANGKAPOS.COM--AS pernah memiliki kapal penumpang mewah bernama RMS Lusitania yang dari sisi ketenaran mirip kapal pesiar Titanic.

Sebelum dihantam torpedo Nazi Jerman dan karam bersama ribuan penumpangnya pada tanggal 7 Mei 1915, Lusitania merupakan kapal yang rutin menempuh rute Liverpool-New York dan sebaliknya.

Pelayaran perdana Liverpool-New York yang spektakuler berlangsung pada tanggal 7-13 September 1907.

Keberhasilan Lusitania menempuh jalur laut Liverpool-New York selama enam hari menjadi berita besar yang menggemparkan dunia.

Kemampuan jelajah Lusitania yang sanggup menempuh perjalanan laut lebih cepat itu bahkan berhasil menumbangkan rekor kecepatan di Laut Utara dan Atlantik yang pada saat itu disandang oleh kapal-kapal penumpang buatan Jerman.

Tak hanya mampu berlayar cepat, Lusitania juga sanggup membawa penumpang sebanyak 2.198 orang.

Jumlah itu belum termasuk kru kapal yang terdiri dari 850 orang. Kapal berbobot 44.060 ton ini memiliki panjang badan 239,88 m dan tinggi 26,52m.

Selain Lusitania, Inggris juga memiliki kapal serupa yang merupakan saudaranya, Mauretania.

Kendati merupakan kapal yang besar, ukuran Lusitania dan Mauretania masih jauh lebih kecil dibandingkan kapal-kapal penumpang atau pesiar raksasa yang sudah ada saat itu.

Khususnya kapal Olympic, Britannic, dan Titanic. Tapi dari sisi horor dan jumlah korban yang tewas, tragedi tenggelamnya Lusitania sebanding dengan kisah tenggelamnya Titanic.

Ketika PD I meletus dan Jerman mengumumkan bahwa kapal-kapal komersial akan menjadi sasaran U-Boat saat melintasi Laut Utara, pemerintah Inggris dan AS yakin Lusitania tidak akan jadi korban.

Sebab selain Lusitania mampu berlayar lebih cepat (39 km/jam) dibandingkan kapal selam (18,5 km/jam), pelayaran Lusitania juga selalu dikawal oleh dua kapa perang jenis perusak (destroyer) Inggris.

Namun demikian saat Lusitania tiba di New York pada 6 Maret 1915, pemerintah AS telah memberikan peringatan kepada warganya agar tidak menaiki Lusitania untuk pelayaran menuju Inggris pada jadwal berikutnya.

Peringatan itu menjadi semakin serius ketika pada tanggal 1 Mei 1915, Washington menerima kawat dari Jerman yang isinya tentang risiko dan potensi besar kapal-kapal penumpang yang melintas Atlantik dan Laut Utara diserang torpedo U-Boat.

Surat yang kemudian dicetak itu lalu diserahkan kepada kapten kapal Lusitania untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Sumber: Intisari
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved