Pengakuan Pelanggan Ayam Kampus: Lebih Berkelas dan Pintar Jaga Kerahasiaan
Memesan wanita panggilan melalui media sosial lebih mudah dan sederhana. Metode pembayaran melalui rekenening dan tunai.
Pengguna ayam kampus lain, Lingga berujar, semula sempat bimbang memesan jasa pekerja seks komersial (PSK) mahasiswi melalui media sosial.
"Takutnya kena tipu aja sih," ujarnya.
Meski demikian, warga Banyumanik, Kota Semarang itu menyatakan, rasa penasarannya semakin menjadi, terlebih saat melihat profil foto sang mahasiswi yang menarik.
Dia memperlihatkan foto yang dimaksud dalam media Twitter. Tampak gambar perempuan berswafoto mengenakan baju kuning. Pose fotonya tampak menggoda. Bagian mata perempuan itu disensor.
"Doi (perempuan itu-Red) buka Rp 800 ribu, exclude (belum termasuk) tarif hotel sih. Katakanlah sejuta lebih dikit lah," ungkapnya.
Tanpa pikir panjang, pegawai swasta itupun menggunakan jasa ayam kampus itu. Dipta pun mengaku senang PSK mahasiswi itu sesuai dengan ekspektasinya.
Perempuan yang datang sesuai dengan foto yang dipajang dalam Twitter. Ada tatto di bagian dada atas. "Doi mahasiswi. Tapi gak tahu mahasiswi mana. Ceritanya setelah gituan," bebernya.
Menurut dia, memesan wanita panggilan melalui media sosial lebih mudah dan sederhana. Metode pembayaran melalui rekenening dan tunai.
"Harus ada tanda jadi dulu. Waktu itu dia minta Rp 300 ribu untuk uang muka secara transfer. Sisanya setelah selesai," imbuhnya. (tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/prostitusi_20151230_102851.jpg)