Leisure Bangka Belitung
Nikmatnya Udang Satang Bukitlayang, Rasanya Gurih Bikin Ketagihan
Udang yang memiliki ukuran kepala lebih besar tadi hanya dapat berkembang biak cepat pada habitat tertentu, seperti
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Penduduk lokal menyebutnya udang satang. Kata satang disinonimkan pada istilah galah, sehingga dalam bahasa umum berarti udang galah.
Sesuai namanya, udang ini memiliki bagian tubuh menyerupai capit panjang kiri kanan seperti gala, yang befungsi sebagai alat penangkap mangsa masuk ke mulutnya.
Namun terlepas dari itu, udang ini merupakan santapan lezat.
Tidak semua sungai di Pulau Bangka dihuni oleh kawanan udang satang.
Udang yang memiliki ukuran kepala lebih besar tadi hanya dapat berkembang biak cepat pada habitat tertentu, seperti di Sungai Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka.
Di desa ini, udang satang menjadi makanan khas. Tak heran ketika mendengar nama Bukitlayang, maka identik makanan favoritnya, udang satang.
"Makanya ketika ada acara yang diselenggarakan oleh pihak desa di Bukitlayang, para tamu kehormatan selalu kita suguhkan sajian khas saat santap siang lauk udang satang," kata Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry ditemui Bangka Pos Group, Jum'at (16/2/2018).
Udang satang dimasak sesuai selera. Bisa diracik menggunakan bumbu saus kecap, saus tiram, digoreng atau hanya direbus biasa, dipadukan sambal cabe kecap atau sesuai selera.
Apapun jenis masakannya, udang satang tetaplah gurih ketika disantap.
"Udang satang itu enak rasanya, mulai dagingnya sampai bagian kepala gurih rasanya dan bikin ketagihan," kata Andry.
Udang ini didapat oleh nelayan lokal melalui penangkapan menggunakan pancing.
Nelayan biasa memancing udang satang di Sungai Bukitlayang menggunakan perahu, atau sebagian memancing dari tepian sungai.
"Harga udang satang pada hari-hari biasa, Rp 115 Ribu hingga Rp 120 Ribu perkg. Namun pada momen tertentu seperti suasana Imlek, harganya bisa mencapai Rp 150 Ribu perkg," katanya.
Sayang, makanan khas itu mulai sulit didapatkan. Berbagai faktor menjadi penyebab mulai langkanya udang ini.
Sehingga pihak pemerintahan desa mulai berpikir untuk menyelamatkan kepunahan udang satang dari habitat asli, Sungai Bukitlayang.
Caranya, melalui upaya budidaya buatan yang sedang direncanakan.
"Tahun ini rencananya di kebun desa dekat sungai bakal kita bikin tambak udang satang. Nanti kita budidayakan, supaya tidak punah. Kita siapkan ujicoba satu hektare dulu untuk tambaknya. Rencananya nanti kita menggunakan dana desa, termasuk pemberdayaan masyarakat dan untuk pelatihannya," kata Andry.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/udang-satang-atau-udang-galah-lokal-hasil-tangkapan_20171208_094941.jpg)