PT Timah Temukan Banyak Cadangan Kecil Tersebar di Sejumlah Lokasi Tambang
Akan tetapi keputusan manajemen terkategori ‘tak populer’ itu batal dilakukan, setelah beberapa penelitian internal menemukan
“Kita (PT Timah Tbk, red) sudah harus berubah. Pada zaman now sekarang memang harus senantiasa inovatif, dan mentransformasi diri. Kita, PT Timah Tbk, sudah mencanangkan lima tahun ke depan tampil sebagai the world class minning company (perusahaan tambang kelas dunia),” tegas Ahmad.
Sarjana pertambangan yang mengaku sudah malang melintang bergelut di dunia pertambangan di bawah perusahaan asing ini mengaku target manajamen PT Timah Tbk itu cukup agresif dan ambisius.
“Ada memang pertaruhannya. Tapi yang terbesar justeru datang dari critical point (poin kritis) ketersediaan sumberdaya manusia yang world class (kelas dunia) juga. Nah, dengan kehadiran tim dari UBB ini saya nilai sebagai titik temunya,” ujar Ahmad Syambadi.
Menurut Ahmad, selain unggul dari aspek lingkungan, ekonomi dan profesionalitas, PT Timah Tbk memilih penambangan dengan sistem rig pengeboran itu juga menjawab tantangan klasik selama ini yang dialami operasionalisasi kapal keruk.
“Tiap tahun, ketika masuk bulan Desember, Januari dan Pebruari, kapal keruk tidak dapat beroperasi karena di bulan tersebut ombak cukup besar. Dengan sistem rig pengeboran maka insyaallah hal itu tidak akan dialami lagi. Sebab instalasi rig pengeboran itu berada di atas laut, selain bisa dipindahkan, juga ia (instalasi rig -red) tahan terhadap hembasan badai,” ujar Ahmad.
Dijelaskannya, dalam operasional penambangan lazim dikenal tak ada hari libur. Yang berlaku libur kerja para karyawan masing-masing digilirkan. Konsekuensi logisnya manajemen atau perusahaan pertambangan mengeluarkan dana untuk itu.
Akuisisi Freeport
Dalam pertemuan yang dihadiri enam ketua jurusan (kajur) FT UBB kemarin itu, Ahmad mengemukakan rencana besar Pemerintah RI di bidang pertambangan dengan membentuk holding (perusahaaninduk, gabungan beberapa perusahaan pertambangan plat merah).
Holding itu bertujuan untuk melahirkan banyak perusahaan kelas dunia, efisensi dan akuisisi Freeport di Papua. Aneka Tambang menurut Ahmad punya Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) selama ini membeli pasokan batubara dari pihak swasta, nanti akan langsung membeli batubara dari PT BA, yang adalah juga anggota holding.
“Tentu perusahaan akan lebih efisien. Tujuan lain dari holding itu adalah mengakuisisi Freeport,” ujar Ahmad.
Dalam acara tracing kurikulum FT UBB, enam kajur dan asistenkajur di FT secara bergiliran menyampaikan program kerja dan prestasi yang telah diraih selama ini.
Sesuai peraturan yang berlaku di lingkup kerja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dalam menyusun kurikulum tiap jurusan harus memasukkan muatan lokal. Di antaranya mengenai seputar pertimahan.
“Sharing (berbagi) keilmuan dalam bentuk kuliah umum, menjadi dosen luar biasa, KP (kerja praktik), membimbing tugas akhir dan lain-lain sangat perlu bagi kami di FT UBB. Selama ini semua itu sudah berjalan. Kami juga mengusulkan -- kalau dapat -- lahan bekas tambang bisa kami kelola menjadi laboratorium lapangan,” ujar Janiar Pitulima, Kajur Teknik Pertambangan UBB.
Janiar juga memaparkan sejarah berdirinya jurusan teknik pertambangan, lama studi mahasiswa menyelesaikan kuliah, dan alumni Teknik Pertambangan UBB.
“Sedikitnya 10 orang alumni dari Teknik Pertambangan sudah bergabung dan menjadi karyawan tetap PT Timah Tbk. Yang membanggakan lagi alumni kami yaitu Achmad Haspani kini menjadi salah satu pimpinan di perusahaan ini,” tukas Janiar seraya menoleh ke arah Ahmad Haspani, Kepala Unit Produksi Darat Bangka, yang berada di dalam ruangan pertemuan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/foto-bersama_20180222_212240.jpg)