Sabtu, 2 Mei 2026

Mirip Gurkha, Inilah Swiss Guard Pasukan Pengawal Paus yang Legendaris

Swiss Guard bertugas menjaga perimeter di luar istana, berbeda dengan Hundred Swiss yang bertugas di dalam

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
EpicPew
Swiss Guard 

BANGKAPOS.COM--Jika diamati pasukan pengawal Paus di Vatikan, Roma, Swiis Guard (Pengawal Dari Swiss) memang mirip Gurkha yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Swiss Guard adalah pasukan yang berasal dari Swiss namun mengabdikan diri kepada negara lain.

Tugas utama Swiss Guard sejak awal pembentukannya adalah sebagai prajurit pengawal khusus yang menerima upah langsung dari sang pemberi tugas , dengan porsi pembagian tertentu kepada negeri induknya (Swiss).

Jadi bisa dikatakan Swiss Guard adalah tentara Swiss yang disewakan sebagai pengawal di negara lain.

Hal ini sedikit berbeda dengan Gurkha yang tidak berafiliasi dengan negara Nepal.

Menurut sejarahnya, Swiss Guard didirikan pada tahun 1616 saat Raja Louis XIII membentuk pasukan infantri dari warga negara Swiss.

Pasukan yang dinamakan Gardes Suisses (Swiss Guard) itu melengkapi pasukan Swiss yang sebelumnya telah dibentuk oleh moyangnya, Raja Louis XI yang diberi nama Cent Suisses (Hundred Swiss) pada 1496.

Swiss Guard bertugas menjaga perimeter di luar istana, berbeda dengan Hundred Swiss yang bertugas di dalam istana.

Orang-orang dari Swiss dipilih oleh Raja Perancis itu karena mereka terkenal sangat kuat, khas orang pegunungan.

Di samping itu Swiss juga punya tradisi kemiliteran yang kuat dan loyalitas yang tinggi.

Pada perkembangannya, Pemerintah Swiss risau dengan keberadaan warganya yang menjadi tentara di negara lain.

Pada tahun 1874, Pemerintah Swiss mengeluarkan konstitusi baru yang melarang warganya menjadi tentara di negara lain.

Para tentara itu dipersilahkan melebur dalam militer Swiss. Akibatnya Hundred Swiss tamat dan hanya menyisakan Swiss Guard dengan beberapa perubahan.

Salah satu perubahannya, kedudukan Swiss Guard menjadi dinaungi negara.

Artinya ia menjadi pasukan resmi Swiss, bukan orang per orang seperti tentara bayaran (mercenaries).

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved