Jumat, 24 April 2026

CIA Lumpuhkan Target dengan Cara Licik, tapi Proyek Racunnya Memakan Korban Penciptanya Sendiri

Agen rahasia CIA menciptakan beragam obat beracun lewat proyek rahasia untuk melumpuhkan targetnya dengan cara super licik.

Editor: fitriadi
steemit
Proyek MKULTRA milik CIA 

BANGKAPOS.COM - Demi melumpuhkan targetnya dengan cara super licik agen rahasia CIA menciptakan beragam obat beracun lewat proyek rahasia. 

Obat-obatan dan racun yang digarap sejak 1948 lewat subproyek bersandi MKULTRA (selanjutnya diubah menjadi: MKSEARCH) ini tergolong mematikan. 

Buktinya, salah seorang “kelinci percobaan” yang juga penggarapnya sendiri, yakni Dr Frank Olson, seorang pakar senjata biologi Angkatan Darat AS, kehilangan kesadaran. 

Olson akhirnya tewas karena tanpa sadar melompat dari lantai sepuluh kamar hotelnya. 

Baca: Susahnya Ajal, Pria Ini Sudah Disuntik Mati tapi Nyawanya Masih Bertahan hingga Lebih dari 1 Jam

Obat penghilang kesadaran ini juga diuji-cobakan kepada tujuh orang tahanan di sebuah penjaran federal di Kentucky dan sukes. 

Peristiwa memalukan yang menimpa Dr Olson tersebut berhasil dipetieskan hingga 20 tahun. 

Tapi akhirnya terbongkar juga oleh serangkaian penyelidikan yang dilakukan komite khusus Kongres yang dipimpin senator Frank Church. 

Pada 1975 Komite Church bahkan berhasil membongkar keterlibatan Direktur CIA saat itu Richard Helms dalam proyek rahasia MKULTRA

Penyingkapan itu membuat gempar karena Helms terhitung sebagai salah satu orang terkuat di Washington. 

Baca: Pratu Randi Tewas Kelelahan Usai Selamatkan Anak-anak TK di Dalam Tank yang Terperosok ke Sungai

Helms rupanya pernah memerintahkan bagian Technical Service Division (TSD) memusnahkan seluruh dokumen MKULTRA, termasuk soal tewasnya Olson. 

Keinginan Kongres mengungkap proyek rahasia CIA didorong oleh diterimanya ratusan ribu surat kaleng yang berisi informasi kegiatan terselubung yang meresahkan. 

Informasi itu di antaranya berisi tentang upaya pembunuhan sejumlah kepala negara asing. 

Keresahan yang sama, pada Desember 1974, juga dilaporkan salah satu koran paling berpengaruh di AS, The New York Times. 

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved