Rabu, 15 April 2026

Perlukah Ikut Tren Memakai Pembalut dan Pembersih Miss V?

Kita menemukan begitu banyak produk yang disebut pembersih vagina yang menawarkan bantuan untuk menghilangkan “bau vagina” dan keputihan

Editor: Evan Saputra
(Barabasa)
Ilustrasi Miss V 

Di Indonesia sendiri ratus vagina tidaklah baru, tetapi di Australia “perawatan Miss V” dengan penguapan tersebut adalah cara yang baru.

Terlepas dari risiko terbakar dan melepuh, ada banyak alasan untuk tidak melakukan penguapan vagina. Tidak hanya uap memiliki efek mengeringkan pada vagina, tapi juga bisa mengganggu mikrobioma vagina dan mengurangi pelindung alami tubuh melawan infeksi.

Sementara uap sebenarnya tidak akan mencapai rahim, menyemprotkan uap herbal panas ke dalam organ penting ini tidak bemanfaat dan justru bisa berbahaya. Pastinya tidak ada manfaat dari pengobatan pseudo-ilmiah ini terhadap kadar hormon perempuan.

Kapan perlu mencari pertolongan medis

Meski keputihan memang normal, sebaiknya mencari pertolongan medis bila mengalami perubahan signifkan dalam volume, warna, atau bau keputihan.

Perubahan pada keputihan bisa merupakan tanda infeksi, meski sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) termasuk klamidia dan gonorea, biasanya tidak menyebabkan perubahan pada keputihan.

Penyebab yang paling sering yakni Candida (sariawan vagina) atau bacterial vaginosis (BV) yang terjadi ketika flora vagina dikolonisasi berlebihan oleh jamur (Candida) atau bakteri vagina lain.

BV adalah kondisi di mana vagina tidak dapat mengembalikan kondisi normalnya dan menjadi lebih basa. Alkalinitas dari darah mens bisa berhubungan dengan BV.

Lactobacilli berkurang dan digantikan oleh bakteri vagina lain yang bisa dikaitkan dengan peningkatan keputihan kehijauan-kelabu dan bau tidak sedap.

Meski kondisi ini tidak dianggap berbahaya, bagi perempuan yang hidup dengan BV, memiliki keputihan yang persisten dan berbau tak sedap bisa merisaukan dan sebaiknya ke dokter untuk mendiskusikan bagaimana mengatasi kondisi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perlukah Ikut Tren Memakai Pembersih Miss V?"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved