Lagi Hangat Diperbincangkan, Ternyata Istilah Kata 'Alay' Berasal dari Ini, Sudah Booming 2011

Istilah "alay" yang booming sejak 2011, tentu sudah tak asing di telinga.Contoh, melihat orang dengan gaya kemayu dan norak, dibilang "alay"

Editor: M Zulkodri
Tribunnews
Asal usul istilah ALAY 

BANGKAPOS.COM - Istilah "alay" yang booming sejak 2011, tentu sudah tak asing di telinga.

Contoh, melihat orang dengan gaya kemayu dan norak, dibilang "alay".

Orang yang nongkrong ramai-ramai di food court sebuah mal, juga disebut "alay."

Namun tahukah kamu asal-usul dipakainya kata "alay" ini?

"Alay" merupakan singkatan dari anak layangan.

Tentu bukan merujuk pada anak-anak di pinggiran kota yang sibuk menaiki atap rumah mereka untuk main layangan.

Kalau itu sih, tidak ada sangkut pautnya dengan gaya yang norak dan selera busana yang nyentrik, ya!

Filosofi layangan adalah dia bergerak mengikuti arah angin dengan seseorang mengendalikan senarnya.

Baca: Bukan Alkohol atau Narkoba Ternyata 5 Kecanduan Ini Susah Dihilangkan

Nah, begitulah yang disebut dengan anak layangan adalah kelompok orang yang selalu ingin mengikuti tren.

Namun, mereka tidak sadar, dalam mengikuti tren itu, sesungguhnya mereka dikendalikan oleh kekuatan yang cukup besar.

Mari mundur sejenak ke beberapa tahun yang lalu saat media sosial bernama Friendster mulai menguasai remaja Indonesia.

Saat itu, tren menulis kalimat dengan huruf besar-kecil, bahkan dicampur angka menjadi sebuah tolak ukur keeksisan seseorang.

Baca: Postingan Tessa Kaunang Bareng Pria Ini Menghilang, Ternyata Akun Ini Ungkap Kelakuan Sang Pilot


Anak layangan yang sesungguhnya (kiri) dan anak layangan.
Anak layangan yang sesungguhnya (kiri) dan anak layangan.

Kalau tidak bisa nulis seperti itu, tidak eksis, dan tidak gaul.

Halaman
12
Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved