Leisure Bangka Belitung
Kerajinan Anyaman Daun Lais Buah Tangan Sumarni, dari Tikar hingga Tempat Tapi Pusar Bayi
Selama 8 tahun terakhir ini, Sumarni warga Dusun Bebute Desa Terong Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung berjualan berbagai kerajinan dari daun lais.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sore di Sabtu (17/3/2018) Sumarni tampak sibuk menjalin satu demi satu helaian daun lais untuk dijadikan tas.
Selama 8 tahun terakhir ini, warga Dusun Bebute Desa Terong Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung itu berjualan berbagai kerajinan dari daun lais.
Baca: Jalan-jalan ke Pantai, Hartati Sulap Kulit Kerang Jadi Barang Kerajinan Beromzet Puluhan Juta
Tidak hanya tas, Sumarni juga mahir membuat tempat botol madu, campang (tempat tali pusar bayi), terindak (penutup kepala dari anyaman daun), dan mentudong (tudung saji).
"Dulu pernah belajar membuatnya dari umur 10 tahun. Dulu belajar membuat tikar, lalu dikembangkan lagi sampai bisa membuat campang, terindak, dan mentudong," ujarnya.
Baca: Sensasi Menyantap Ketam Isi Mak Cik di Belitung, Rasa Kepitingnya Lebih Berasa
Dalam sehari, ia mampu menghasilkan 2 hingga 3 tas berukuran sedang.
Tak jarang, pelanggan bisa memesan tambahan sebagai pemanis pada tas buatannya.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
Baca: Pantai Tanjung Tinggi dan Berkah saat Perayaan Nyepi
Follow instagram Bangka Pos:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kerajinan_20180319_095927.jpg)