Kamis, 30 April 2026

Harimau Bonita Terus Bersembunyi di Hutan Usai Terkam 2 Warga Hingga Tewas

Harimau sumatera yang menerkam dua orang warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau menghilang.

Tayang:
Editor: fitriadi
dok. KompasTV
Harimau Bonita diburu petugas sejak menerkam dua warga Kabupaten Indragiri Hilir Riau hingga tewas pada Januari dan Maret silam. Bonita pertama kali menerkam karyawati perusahaan sawit Jumiati pada 3 Januari 2018. 

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Harimau sumatera yang menerkam dua orang warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau menghilang. 

Harimau yang diberi nama Bonita itu saat ini memilih untuk bertahan di green belt (sabuk hijau) atau hutan perusahaan. 

Ketua Tim Rescue Gabungan Penyelamat Harimau Sumatera, Zulkifli mengatakan, dalam lima hari terakhir belum menemukan harimau Bonita melintas di jalur yang biasa dilewati. 

"Biasanya sering muncul di jalan poros dan beberapa blok di perkebunan sawit. Tiga hari lalu warga melihat Bonita menyeberang ke green belt," kata Zulkifli,Sabtu (24/3/2018). 

Baca: Setelah Berjuang Hidup 15 Hari Bayi Calista Korban Penganiayaan Ibunya Akhirnya Meninggal Dunia

Berdasarkan pengamatan Zulkifli, Bonita lebih sering di green belt karena diduga masih dipengaruhi suntik bius. "Dugaan kami, dia (Bonita) masih ada rasa trauma," ujar Zulkifli. 

Namun, lanjut dia, Bonita sebelumnya juga sering seperti itu, terutama setelah menerkam dua orang warga, Jumiati dan Yusri. 

"Jika menghilang mulai dari Senin hingga Jumat, biasanya Sabtu dan Minggu kembali muncul di areal perkebunan sawit," kata Zulkifli. 

Sehingga, tim gabungan cukup sulit mendapatkan momen untuk melakukan penembakan obat bius. 

Baca: Kondisi Limbad Masih Mengkhawatirkan, Mau Dibawa Ke Rumah Sakit Tapi Tak Mau

Zulkifli mengaku, pencarian Bonita dilakukan setiap hari, baik siang maupun malam di areal perkebunan kelapa sawit perusahaan. Bahkan, di waktu subuh petugas juga mengintai di perlintasan Bonita. 

"Kalau penyisiran ke hutan akan berisiko. Kami tidak nekat masuk ke green belt," kata dia. 

Baca: Petinju Kelas Berat Australia Lucas Browne Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Dipukul KO

Tim di lapangan saat ini terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, TNI, Polri dan WWF. 

"Kami terbagi tiga tim dalam melakukan penyisiran dan mengawasi aktivitas warga Desa Tanjung Simpang dan warga Dusun Sinar Danau," kata Zulkifli. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved