Ini Dia Profesi yang Bakal Jadi Rebutan di Masa Mendatang, Ini Penyebabnya

Rendahnya minat kaum muda terhadap jurusan tersebut juga terlihat dari rilis Pangkalan Data Pendidikan

Ini Dia Profesi yang Bakal Jadi Rebutan di Masa Mendatang, Ini Penyebabnya
Intisari
Profesi 

Oleh karena itu, tak mengherankan bila banyak lulusan sekolah menengah atas yang menghindari masuk ke program studi yang ada mata pelajaran tersebut saat hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Fakta tersebut jelas sangat disayangkan, sebab tren industri membutuhkan tenaga kerja berkompetensi di bidang sains diteknologi tak cuma terjadi di Indonesia, tetapi sudah mendunia.

Hasil studi Lembaga federal Amerika Serikat untuk pengembangan ilmu sains, National Science Foundation (NSF) pada 2011 menyebutkan, dalam satu dekade mendatang 80 persen pekerjaan memerlukan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

Kemudian survei Social Market Foundation untuk EDF Energy (perusahaan energi asal Inggris).

Studi yang dipublikasi pada Januari 2017 ini menyatakan, kebutuhan tenaga kerja di Inggris Raya pada bidang sains, teknologi, riset, dan teknisi akan melonjak dua kali lipat mulai dari tahun 2016-2023.

Peningkatan itu kemudian akan melahirkan 140.000 pekerjaan baru dan 640.000 lowongan pekerjaan selama enam tahun ke depan di sektor tersebut.

Naiknya angka kebutuhan SDM ini tak lepas dari inovasi teknologi dan ivestasi infrastruktur yang terus menggeliat.

Teknologi yang mengubah paradigma belajar Berkaca pada tren kebutuhan SDM di dalam negeri dan global itu, anak-anak Indonesia pun seharusnya bisa menangkap kebutuhan itu sebagai peluang besar untuk sukses.

Namun, untuk bisa menggapainya, pertama-tama mereka harus berkawan dengan mata pelajaran yang terkait dengan bidang tersebut, seperti matematika, fisika, kimia, dan bahkan coding.

Stigma sulit untuk mempelajari beberapa mata pelajaran tersebut tidak sepenuhnya benar. Semua itu tergantung bagaimana metode belajar yang digunakan, apakah memudahkan dan menyenangkan atau malah sebaliknya. Apalagi pada zaman modern seperti saat ini.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved