Rabu, 6 Mei 2026

Ini Dia Profesi yang Bakal Jadi Rebutan di Masa Mendatang, Ini Penyebabnya

Rendahnya minat kaum muda terhadap jurusan tersebut juga terlihat dari rilis Pangkalan Data Pendidikan

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Intisari
Profesi 

Peningkatan itu kemudian akan melahirkan 140.000 pekerjaan baru dan 640.000 lowongan pekerjaan selama enam tahun ke depan di sektor tersebut.

Naiknya angka kebutuhan SDM ini tak lepas dari inovasi teknologi dan ivestasi infrastruktur yang terus menggeliat.

Teknologi yang mengubah paradigma belajar Berkaca pada tren kebutuhan SDM di dalam negeri dan global itu, anak-anak Indonesia pun seharusnya bisa menangkap kebutuhan itu sebagai peluang besar untuk sukses.

Namun, untuk bisa menggapainya, pertama-tama mereka harus berkawan dengan mata pelajaran yang terkait dengan bidang tersebut, seperti matematika, fisika, kimia, dan bahkan coding.

Stigma sulit untuk mempelajari beberapa mata pelajaran tersebut tidak sepenuhnya benar. Semua itu tergantung bagaimana metode belajar yang digunakan, apakah memudahkan dan menyenangkan atau malah sebaliknya. Apalagi pada zaman modern seperti saat ini.

Zaman ketika teknologi informasi, dalam rupa wujud dan internet,telah berhasil mempermudah aktivitas banyak orang termasuk anak-anak.

Mereka tak hanya menggunakan perangkat tersebut sebagai komunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk memuaskan hasrat keingintahuan dan belajar terhadap sesuatu.

Kondisi ini kemudian membuat mereka menjadi akrab dengan gadget plus internet dibanding dengan buku pelajaran.

Nah, sekolah sebagai lembaga pendidikan anak pun sebaiknya bisa mengakomodasi penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar (KBN). Ini diperlukan untuk mempermudah anak didik dalam menyerap materi pelajaran terutama kepada mata pelajaran yang ditakuti.

Salah satu program belajar yang sudah menerapkan itu ada pada Samsung Smart Learning Class (SSLC).

Di sini, melalui tablet siswa bisa mempelajari matematika, sains, coding, dan lainnya dengan lebih menyenangkan serta interaktif. Kelas juga sudah terkoneksi dengan internet dengan begitu anak didik bisa mendapatkan akses lebih luas ke ilmu pengetahuan.

Jadi bila kesulitan atau menemukan masalah dalam pelajaran, mereka bisa mencari tahunya sendiri dengan riset mandiri. Sementara itu, guru berperan penting mendampingi siswa dalam menggunakan teknologi agar tidak disalahkan gunakan.

Dengan KBN seperti itu diharapkan matematika dan sains pun bukan lagi pelajaran yang ditakuti malah akan digemari siswa.

Hal ini juga menjadi salah satu usaha supaya minat kaum muda untuk kuliah di program studi sains dan teknologi atau teknik akan meningkat.

Alhasil cerita Indonesia kekurangan SDM berkompetensi pada dua sektor tersebut dapat segera teratasi.(Mikhael Gewati)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siap-Siap, Ini Dia Profesi yang Bakal Jadi Rebutan",

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved