Rabu, 22 April 2026

Delapan Siswa SD N 3 Pangkalpinang Berangkat ke Malaysia

Sebanyak delapan siswa dan dua guru pendamping SD N 3 Pangkalpinang diberangkatkan ke Malaysia

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: M Zulkodri
istimewa
Pelepasan rombongan siswa SD N 3 Pangkalpinang sebagai delegasi ISEP 2018 ke Malaysia di podium Alun-alun Taman Merdeka, Minggu (8/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- ‎ Sebanyak delapan siswa dan dua guru pendamping SD N 3 Pangkalpinang diberangkatkan ke Malaysia. Mereka adalah para siswa yang terpilih dalam program Internasional Student Excahnge Programme (ISEP) 2018 atau pertukaran pelajar dengan Malaysia.

Minggu (8/4/2018) pagi, mengenakan kaus kuning sambil membentangkan spanduk ISEP, para siswa dan guru dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Eti Fahryaty di podium Alun-Alun Taman Meredeka.

Kedelapan siswa tersebut adalah Refa Nurtantiawati, Ade Citra Lestari, Zaskiyah Talita, Alsheva Chelski Pranata, Nadhira Rahmadhini. Kemudia ada Alisha Leandra, Iqbal Putra Lesmana, dan Farsyah Farizki.‎

Seusai dilepas secara simbolis, para siswa ini langsung ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang guna berangkat ke Malaysia.
Ety menjelaskan, kedelapan siswa ini lolos seleksi dan memenuhi kriteria sebagai perwakilan SD N 3 Pangkalpinang untuk ISEP 2018. ‎

Para siswa akan berada di Negeri Jiran selama dua minggu. Setelah itu, giliran pelajar Malaysia yang akan terbang menuju Pangkalpinang Bangka.Dia berpesan agar para siswa mempelajari budaya dan pendidikan di Malaysia sambil tetap menjunjung tinggi dan menjaga karakter sebagai orang "timur".
"Para siswa akan belajar mengenai budaya dan pendidikan di negaranya masing-masing. Saya pesankan, galilah yang terbaik selama di sana. Jaga karakter dan budaya kita sebagai orang timur," ucap‎ Ety saat melepas rombongan ini.

Bram Pranata, satu dari sejumlah orangtua siswa merespons baik program pertukaran pelajar ini. Menurut dia, dunia yang semakin terbuka membuat pertukaran pelajar, bukan hanya antar daerah di Indonesia, tapi juga antar negara dinilai penting.

Menurut dia, satu di antara tujuannya adalah memmbuka wawasan anak sejak dini.
"Anak kami terpilih sebagai bagian dari pertukaran pelajar ini juga merupakan suatu kebanggan bagi kami sebagai orangtua siswa," kata Bram. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved