Kamis, 4 Juni 2026

167 Tahun Berdiri, Begini Sekarang Keadaan Makam DW Becking yang Penuh Sejarah

Bangka Belitung kaya dengan wisata alamnya sekaligus kaya dengan wisata sejarahnya.

Tayang:
Editor: M Zulkodri
Adinda Rizki Amanda
Makam DW Becking yang tidak terawat berada di Sungai Selan Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah yang berada di halaman belakang rumah nenek sulami 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bangka Belitung kaya dengan wisata alamnya sekaligus kaya dengan wisata sejarahnya.

Seperti wisata sejarah peninggalan era zaman penjajahan kolonial Belanda yakni makam DW Becking di Desa Sungaiselan Kecamatan Sungaiselan di kabupaten Bangka Tengah, Jumat (12/4/2018).

Makam DW Becking merupakan makam seorang kolonial Belanda yang pernah menjajah pulau Bangka. DW Becking dimakamkan sejak tahun 1851 dan terus berdiri hingga saat ini.

Meski berada tepat dibelakang halaman rumah warga makam ini tetap kokoh dan tidak mengalami perubahan.

Sulami(80) warga Sungaiselan yang rumahnya tepat didepan makam DW Becking mengungkapkan setiap tahun selalu ada pengunjung yang datang, baik dari sekolah-sekolah Hinga turis lokal dan mancanegara.

"Setiap tahun pasti akan selalu ada pengunjung yang datang, sebelumnya tahun 2017 ada beberapa bus yang datang melihat makam DW Becking disini" tuturnya kepada Bangka Pos Group.

Menurut nenek Sulami yang sudah tinggal 52 tahun dirumah tersebut menceritakan penyebab meninggalnya DW Becking karena kalah dalam pertempuran melawan Batin Tikal pejuang asli Bangka Belitung yang kononnya memiliki kesaktian pada masa Depati Amir.

Meski sudah lama tinggal berdampingan dengan makam DW Becking namun nenek Sulami tidak pernah merasakan hal mistis yang mengganggunya selama ini.

"Kita sudah biasa tinggal disini, selama ini kami hidup tenang nyaman dan damai kami tidak pernah mengalami hal-hal mistis yang mengganggu kami"ujarnya saat ditemui di kediaman rumahnya.

Tulisan dari makam ini pun masih terlihat jelas menggunakan bahasa Belanda yakni Hear Rust DW Becking. Majoor Der Infanterie Mil Kommd Van Banka Ridder Der Mil. Will. Orde geb. te Weerdi 12 Maarl 1808. Overl te Soengei Slan, 25 Februarij 1851.

Beredarnya cerita tentang makam DW Becking yang tinggi, banyak yang mengatakan DW Becking meninggal dalam keadaan berdiri dan juga ada yang bilang dalam keadaan duduk.

"Dulunya rumah ini milik Suhaili warga Sungaiselan, namun waktu itu dijual ke saya" jelasnya nenek Sulami.

Meski banyak yang berkunjung ke makam DW Becking, selama ini belum ada pembenahan untuk wisata sejarah era zaman kolonial Belanda.

Namun begitu makam tidak pernah diusili oleh warga Sungaiselan hingga makam ini tidak banyak mengalami perubahan.

Jika dulunya makam DW Becking berada dihalaman belakang rumah warga, kini sudah banyak rumah yang dibangun disekitar makam DW Becking.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved