Sabtu, 11 April 2026

Kisah Si Baret Merah Kopassus Permalukan Pasukan Elit Inggris SAS di Kalimantan

Bersama personel TNKU yang dipimpinnya, Benny kemudian mulai melancarkan perang gerilya terhadap pasukan Inggris.

Editor: fitriadi
Daily Mail/Reuters
Anggota TNI yang tergabung dalam pasukan Kopassus saat melakukan latihan kontra-terorisme bersama dengan SAS Australia. Kopassus terkenal dengan latihan-latihan keras. 

BANGKAPOS.COM - Pasukan elit TNI, Kopassus atau Komando Pasukan Khusus, merayakan hari jadinya yang ke-66, Senin (16/4/2018).

Sejak didirikan 16 April 1952, tak terhitung banyaknya misi Kopassus yang jarang diketahui.

Satu di antaranya, adalah misi Kopassus di Kalimantan pada 1964, sebagaimana dikutip Tribunnews dari Intisari :

Antara tahun 1961-1966 meletus konfrontasi Indonesia dan Malaysia yang kemudian memicu konflik bersenjata di perbatasan baik berupa penyusupan pasukan gerilya maupun pasukan reguler. 

Baca: Harga 1 Rudal Tomahawk Rp 3 Triliun Lebih, Sudah 112 Rudal Amerika Serikat Ditembakkan ke Suriah

Tindakan militer untuk menggempur Malaysia pun dikumandangkan oleh Presiden Sukarno  di depan rapat raksasa di Jakarta pada 3 Mei 1964.

Presiden Sukarno lalu mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora).

Poin pertama Dwikora adalah pertinggi ketahanan revolusi Indonesia. 

Kedua bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Serawak, dan Sabah untuk menghancurkan Malaysia.

Komando tempur Dwikora dipercayakan kepada Panglima Angkatan Udara Laksamana Madya Omar Dhani yang menjabat sebagai Panglima Komando Siaga (KOGA). 

Sementara tugas yang dibebankan kepada KOGA adalah mempersiapkan operasi militer terhadap Malaysia. 

Baca: Polisi Bekuk Ahli IT Penjual Data Ribuan Nasabah Bank, Pelanggannya Bisa Bobol Kartu Kredit

Sebagai Panglima KOGA, Omar Dhani bertanggung jawab langsung kepada Panglima Tertinggi ABRI/KOTI, Presiden Soekarno. 

Tapi sebelum KOGA dibentuk  aksi penyusupan yang dilancarkan oleh sukarelawan Indonesia sudah berlangsung cukup lama. 

Operasi penyusupan yang digelar Indonesia ke wilayah perbatasan Malaysia sesungguhnya merupakan operasi yang berbahaya.

Sumber: Intisari
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved